STOCKWATCH.ID (SINGAPURA) – Kepolisian Singapura menyita sebuah rumah mewah bernilai jutaan dolar. Properti ini diduga dibeli memakai uang hasil penyelundupan chip kecerdasan buatan (AI) Nvidia.
Mengutip BBC, mansion tersebut berlokasi di kawasan elit dekat Singapore Botanic Gardens. Properti ini terakhir kali berpindah tangan dengan harga 55 juta dolar Singapura atau sekitar USD 42,5 juta.
Pihak berwenang menyebut setidaknya dua pertiga harga pembelian rumah didanai pendapatan ilegal. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan perdagangan server ilegal. Server tersebut berisi chip Nvidia canggih yang masuk dalam daftar kontrol ekspor Amerika Serikat (AS).
Departemen Kehakiman AS sebelumnya menandai Singapura sebagai pusat transit utama. Wilayah ini diduga menjadi tempat menyembunyikan pengiriman ilegal ke Tiongkok. Polisi telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan penjualan properti tersebut selama proses investigasi.
Wei Zhaolun, atau dikenal sebagai Alan Wei, akan didakwa atas tuduhan pencucian uang. Ia diduga menggunakan sekitar 38 juta dolar Singapura dari hasil kejahatan untuk mendanai pembelian rumah tersebut.
Wei merupakan Chief Executive Officer (CEO) Aperia Group. Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan server dan perangkat keras teknologi kepada pelaku bisnis.
Selain bangunan mewah, otoritas setempat menyita sekitar satu juta dolar Singapura di dalam rekening bank. Total ada empat orang, termasuk Wei, yang telah didakwa sejak Februari 2025. Mereka menghadapi tuduhan penipuan dan kejahatan lain yang terkait dengan kasus ini.
Para pelaku diduga memesan server dari pemasok global dengan identitas palsu. Mereka berpura-pura produk tersebut akan digunakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Server tersebut dibeli dari tiga pemasok besar yaitu Dell, Super Micro Computer, dan Asus.
Jika terbukti bersalah atas penipuan, keempat orang tersebut terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura, Luxuriate Your Life dan tiga firma di bawah Aperia Group, juga menghadapi tuntutan. Ini menjadi kasus pertama entitas korporasi dituntut dalam investigasi semacam ini.
Kepolisian Singapura menyatakan tindakan tegas akan terus dilakukan. Langkah ini diambil untuk melindungi integritas negara sebagai pusat bisnis global yang tepercaya.
“Sikap nol toleransi terhadap pelanggaran semacam itu,” ujar pihak kepolisian.
AS dan Singapura terus memperketat pengawasan pengiriman chip Nvidia ilegal. Washington membatasi ekspor produk tersebut sejak 2022. Hal ini karena adanya kekhawatiran teknologi tersebut digunakan oleh militer Tiongkok.
Pada 2025, pihak berwenang Singapura menemukan indikasi server berisi chip yang dilarang telah dikirim melalui negara tersebut. Saat ini, AS telah menyetujui penjualan beberapa semikonduktor Nvidia ke Tiongkok dengan syarat-syarat tertentu.

