spot_img

Listing di BEI, Harga Saham Esa Medika Mandiri (EMMI) Naik 22,34%, Raih Tambahan Modal Rp245,74 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (08/7/2026), hingga pukul 09.29 WIB, naik Rp105 atau terangkat 22,34% menjadi Rp575, dari harga penawaran perdana Rp470 per saham.

Menurut data RTI, hingga waktu tersebut, saham EMMI dibuka dan bergerak di rentang harga Rp474-585 per unit. Volume perdagangan saham EMMI di Pasar Reguler BEI mencapai 242,22 juta unit senilai Rp134,4 miliar dengan frekeunsi perdagangan sebanyak 133.585 kali.

Berdasarkan pengumuman BEI, dikutip Rabu (08/7/2026), sebanyak 1,742 miliar saham EMMI bernominal Rp50 setiap saham ini dicatatkan di BEI pada Rabu (08/7/2026). Jumlah ini terdiri atas 1,22 miliar unit saham pendiri dan sebanyak 522,857 juta saham IPO. Saham EMMI dicatatkan di Papan Pengembangan BEI.

Bersamaan dengan IPO hari ini, Perseroan juga menggelar Program Alokasi Saham Pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 5,447 juta saham atau setara 1,04% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.

Menurut manajemen EMMI, Perusahaan penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi ini memperoleh tambahan modal sekitar Rp245,74 miliar. Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk tiga kebutuhan utama.

Pertama, sebesar Rp50 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman Perseroan. Kedua, sekitar 6,4% digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa. Ketiga, sisanya sebesar 72,3% dimanfaatkan sebagai modal kerja Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bach Multi Global (BACH) Bidik Pendapatan Tumbuh 12% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi...

Komisaris Saratoga Investama (SRTG) Joyce Soeryadjaya Kerr Mundur, Tunggu Hasil RUPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Joyce Soeryadjaya Kerr, salah seorang Komisaris PT...

Status Emerging Market RI Terancam Turun Kelas ke Frontier Market, Regulator Dituntut Beri Bukti Nyata Reformasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kekhawatiran terhadap posisi pasar modal Indonesia...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru