spot_img

BEI Cabut Suspensi, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali gembok perdagangan saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC). Saham emiten ini dapat kembali diperdagangkan mulai sesi I tanggal 17 Juli 2026.

BEI mengizinkan perdagangan saham ini di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai sejak sesi pertama besok. Adapun proses perdagangan dilakukan melalui skema Periodic Call Auction. BEI megizinkan pembukaan suspense saham FLMC setelah melakukan penilaian mendalam.

Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan informasi tersebut melalui keterbukaan informasi. Keputusan ini mengacu pada pengumuman bursa nomor Peng-UPT-00143/BEI.WAS/07-2026.

“Suspensi atas perdagangan saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai Sesi I Periodic Call Auction tanggal 17 Juli 2026,” kata Pande dikutip Kamis (21/5/2026).

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara (suspensi) saham FLMC. Penghentian tersebut dimulai sejak sesi I tanggal 3 Juli 2026. Keputusan suspensi diambil karena terjadi penurunan harga kumulatif yang sangat signifikan.

Bursa menilai penurunan harga tersebut perlu diantisipasi guna memberikan perlindungan bagi investor. Selama masa suspensi, pihak bursa meminta para pemangku kepentingan selalu memperhatikan setiap informasi yang disampaikan perusahaan.

Harga Saham FLMC

Berdasarkan data penutupan perdagangan pada  Kamis, 2 Juli 2026, saham FLMC  berakgir di harga Rp52. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp3 atau -5.45%. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp325.9 juta.

Volume perdagangan saham FLMC menyentuh 6.33 juta saham dengan frekuensi sebanyak 621 kali. Jika melihat kinerja satu bulan terakhir, harga saham FLMC sudah terpangkas hingga -41.57%.

Penurunan lebih dalam terlihat pada kinerja tiga bulan yang mencapai -64.14%. Sementara itu, performa sejak awal tahun atau Year to Date (YTD) menunjukkan koreksi sebesar -62.59%. Dalam periode tiga tahun terakhir, saham ini mencatatkan penurunan sebesar -34.18%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Anak Usaha Transcoal Pacific (TCPI) Kantongi Kredit Rp114,2 Miliar untuk Bangun 4 Armada Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energy Transporter Indonesia, anak usaha...

Komisaris Independen OASA Djoko Rosmiatun Mijaata Resmi Mengundurkan Diri, Efektif 22 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Komisaris Independen PT Maharaksa Biru Energi Tbk...

FLMC Buka Suara Soal Nasib Uang Muka Mesin, Utang Pajak Hingga Divestasi Pengendali

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru