spot_img

Keluar dari Zona Rugi, MYTX Bukukan Laba Bersih Rp57,94 Miliar per Juni 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,94 miliar pada semester I 2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2025. Saat itu, Perseroan masih mencatat rugi bersih Rp14,82 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 yang dirilis di Jakarta, Jumat (17/7/2026), kinerja positif ini didorong oleh kenaikan penjualan dan keuntungan selisih kurs yang signifikan. Penjualan neto MYTX mencapai Rp508,21 miliar pada Juni 2026. Angka ini tumbuh 3,6% jika dibandingkan Rp490,54 miliar pada Juni 2025.

Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen penenunan yang menyumbang Rp341,72 miliar. Segmen pemintalan memberikan kontribusi Rp106,54 miliar. Sementara itu, segmen makloon dan garmen masing-masing menyumbang Rp33,32 miliar dan Rp26,62 miliar.

Meskipun penjualan naik, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp510,19 miliar dari Rp485,61 miliar. Hal ini menyebabkan MYTX mengalami rugi bruto sebesar Rp1,97 miliar. Namun, kondisi ini tertutupi oleh lonjakan keuntungan selisih kurs neto yang mencapai Rp99,91 miliar. Angka tersebut melesat tajam dari Rp8,10 miliar pada tahun sebelumnya.

Manajemen juga melakukan efisiensi pada pos beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp6,73 miliar dari Rp7,69 miliar. Beban penjualan tercatat sedikit naik menjadi Rp6,30 miliar dari Rp5,88 miliar. Berkat faktor-faktor tersebut, MYTX mampu membukukan laba usaha sebesar Rp87 miliar, melompat jauh dari Rp12,15 miliar pada Juni 2025.

Ivan Pesik, Presiden Direktur MYTX, dan Kristina Bay Maca, Direktur MYTX, menyatakan tanggung jawab mereka atas penyusunan laporan keuangan ini. “Laporan keuangan konsolidasian interim PT Asia Pacific Investama Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tulis manajemen dalam surat pernyataan direksi.

Ivan dan Kristina menegaskan semua informasi dalam laporan ini telah dimuat secara lengkap dan benar.

Dari sisi neraca, total aset MYTX per 30 Juni 2026 mencapai Rp3,50 triliun. Jumlah ini meningkat dari posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp3,34 triliun. Aset lancar tercatat Rp528,81 miliar, sementara aset tidak lancar mencapai Rp2,97 triliun yang didominasi oleh aset tetap neto sebesar Rp2,95 triliun.

Di sisi liabilitas, total kewajiban Perseroan tercatat sebesar Rp4,05 triliun. Jumlah ini naik tipis dari Rp3,92 triliun pada akhir tahun 2025. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp1,87 triliun, sementara liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,17 triliun.

MYTX masih mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar Rp546,95 miliar. Namun, angka ini membaik jika dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencapai Rp581,86 miliar.

Untuk menjaga kelangsungan usaha, Grup MYTX telah menyiapkan beberapa langkah strategis. Ini termasuk peningkatan kualitas dan efisiensi produksi serta diversifikasi produk. Pemegang saham juga berkomitmen memberikan bantuan yang memadai untuk memastikan proses produksi berjalan lancar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Free Float Saham Indofarma (INAF) Sisa 5,59% Per Juni 2026, Kepemilikan Asabri Melesat 13,74%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofarma Tbk (INAF) melaporkan komposisi kepemilikan...

Rumor Divestasi Kideco Mengemuka, Begini Tanggapan Resmi Indika Energy (INDY)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indika Energy Tbk (INDY) menanggapi...

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab BEI Suspensi Saham LUCY

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru