STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofarma Tbk (INAF) melaporkan komposisi kepemilikan saham perusahaan untuk periode yang berakhir pada Juni 2026. Data terbaru menunjukkan porsi saham publik atau free float emiten farmasi ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang disampaikan perusahaan, jumlah saham free float INAF kini tersisa 173.359.900 lembar saham. Angka ini setara dengan 5,59% dari total saham tercatat.
Porsi tersebut menyusut tajam jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, saham free float INAF masih berada di level 371.733.650 lembar atau 11,99%.
Penurunan ini sejalan dengan peningkatan kepemilikan salah satu pemegang saham utama, yakni PT Asabri (Persero). Per akhir Juni 2026, porsi saham Asabri di INAF melesat menjadi 425.907.600 lembar atau 13,742%. Sebelumnya, Asabri hanya menggenggam 227.533.850 saham atau 7,342%.
Merujuk pada aturan Bursa Efek Indonesia (BEI), posisi free float INAF saat ini berada di bawah ambang batas minimal. Ketentuan V.1.1 Peraturan I-A mewajibkan jumlah saham free float paling sedikit 15% dari jumlah saham tercatat. Bahkan jika merujuk pada Peraturan I-V untuk Papan Akselerasi, batas minimalnya adalah 7,5%.
Meski secara persentase belum memenuhi syarat, dari sisi jumlah pemegang saham, INAF masih melampaui ketentuan minimal 300 nasabah pemilik SID. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pemegang saham INAF tercatat sebanyak 8.402 SID, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Mengenai rincian pemegang saham di atas 5%, PT Bio Farma (Persero) masih menjadi pengendali utama dengan kepemilikan 2.499.999.999 saham atau 80,664%. Sisanya dikuasai oleh PT Asabri (Persero) sebesar 13,742% dan masyarakat sebesar 5,594%.
Laporan tersebut juga mencatat tidak ada anggota Direksi maupun Dewan Komisaris yang memiliki saham INAF. Didi Agus Mintadi (Komisaris), Sahat SIhombing (Direksi), dan Andi Prazos (Direksi) semuanya tercatat memiliki 0% saham. Perusahaan juga melaporkan tidak memiliki saham tresuri.
“Direksi atas nama Indofarma Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini,” tulis Hilda, Approver laporan INAF dalam dokumen resmi yang diterbitkan 17 Juli 2026.
Untuk klasifikasi investor scripless di KSEI, kepemilikan didominasi oleh perusahaan asuransi sebanyak 17.320.500 saham, reksa dana 28.858.183 saham, dan investor individu sebesar 96.368.673 saham. Sementara itu, kategori negara/pemerintah memiliki 81 saham dan bank hanya 100 saham.
Saat ini, saham INAF berada dalam Papan Pemantauan Khusus (Watchlist) BEI. Perusahaan menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Biro Administrasi Efek (BAE). Terkait pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO), pengendali tingkat individu merupakan satu pihak atau kelompok yang terorganisasi dari Indofarma Tbk.

