spot_img

NICE Tambah Plafon Kredit di KEB Hana Jadi Rp 100 Miliar, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) memperbarui kerja sama fasilitas pinjaman dengan PT Bank KEB Hana Indonesia. Perubahan perjanjian kredit ini diteken pada 21 Juli 2026.

Plafon kredit perusahaan mengalami peningkatan. Awalnya sebesar Rp 92,7 miliar, kini nilainya naik menjadi Rp 100 miliar. Selain penambahan plafon, jangka waktu fasilitas kredit juga diperpanjang. Tenor baru ini efektif mulai 25 Juli 2026 hingga 25 Juli 2027.

Suku bunga yang disepakati untuk pinjaman rupiah sebesar 6,00% per tahun (floating). Sementara untuk pinjaman mata uang USD, suku bunga menggunakan 3 Month Term SOFR + 1,25% per tahun.

Direktur NICE, Yeon Ho Choi, menjelaskan tujuan dari fasilitas kredit ini. Dana tersebut bakal digunakan untuk mendukung operasional perusahaan.

“Fasilitas kredit akan digunakan oleh Perseroan sebagai opsi pembiayaan untuk mendukung pengeluaran modal kerja,” kata Choi dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (24/7/2026).

Nilai transaksi ini mencapai 67,63% dari total ekuitas perusahaan. Angka ini merujuk pada laporan keuangan NICE periode 31 Desember 2025. Meski nilai transaksi cukup besar, NICE tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini mengacu pada Pasal 11 POJK 17/2020.

Pinjaman yang diterima langsung dari bank dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai dan persetujuan RUPS. Transaksi ini juga dipastikan bukan merupakan transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan.

“Transaksi Material ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020,” ungkap Choi.

Direktur NICE lainnya, Soomin Lee, juga ikut menandatangani pernyataan tersebut. Lee menjamin seluruh informasi material telah diungkapkan dan tidak menyesatkan. Berdasarkan penilaian manajemen, penerimaan fasilitas kredit ini tidak memberikan dampak negatif. Kondisi keuangan perusahaan tetap terjaga dengan adanya tambahan modal kerja ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Top Losers Sepekan 20-24 Juli 2026: PRDL Ambles 30,73%, JELI dan FILM Ikut Tertekan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lima saham mencatatkan pelemahan paling dalam...

Samuel Sekuritas Jual 93,96 Juta Saham NSSS, Kepemilikan Turun Jadi 32,52%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Samuel Sekuritas Indonesia mengurangi kepemilikan...

AKKU Keluar dari Kriteria 6, Status Pemantauan Khusus BEI Berkurang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru