spot_img

Lelang SUN Tembus Rp67,89 Triliun, Pemerintah Serap Dana Rp32 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah sukses menyerap dana sebesar Rp32 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN). Lelang tersebut berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026 melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Total penawaran yang masuk mencapai Rp67.894.700.000.000 atau Rp67,89 triliun. Angka ini menunjukkan minat investor yang tetap tinggi terhadap instrumen investasi negara.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebutkan, “Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp32.000.000.000.000,00.”

Adapun seri yang dilelang terdiri atas tiga seri SPN (Surat Perbendaharaan Negara) dan enam seri FR (Fixed Rate). Seri-seri tersebut adalah SPN01260822, SPN03261021, SPN12270722, FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.

Berikut rincian hasil lelang untuk masing-masing seri:

Seri SPN01260822 mendapatkan penawaran Rp0,670 triliun, namun pemerintah tidak memenangkan nominal untuk seri ini. Seri ini jatuh tempo pada 22 Agustus 2026 dengan tingkat kupon diskonto.

Seri SPN03261021 mencatat penawaran Rp3,458 triliun. Pemerintah memenangkan Rp1 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,05%. Seri ini jatuh tempo 21 Oktober 2026.

Seri SPN12270722 memperoleh penawaran Rp5,281 triliun. Nominal yang dimenangkan mencapai Rp4 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,15%. Tanggal jatuh temponya adalah 22 Juli 2027.

Seri FR0109 menjadi primadona dengan penawaran masuk Rp24,0228 triliun. Pemerintah menyerap Rp8,8 triliun dengan yield rata-rata 7,25909%. Seri dengan kupon 5,875% ini jatuh tempo pada 15 Maret 2031.

Seri FR0108 mencatatkan penawaran Rp16,3178 triliun. Nominal yang dimenangkan sebesar Rp9,75 triliun dengan yield 7,28973%. Seri ini memiliki kupon 6,5% dan jatuh tempo 15 April 2036.

Seri FR0106 menarik penawaran Rp10,3046 triliun. Pemerintah mengambil Rp4,7 triliun dengan yield 7,29893%. Seri dengan kupon 7,125% ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.

Seri FR0107 mendapat penawaran Rp3,379 triliun dan dimenangkan Rp1,75 triliun. Yield rata-rata tertimbangnya 7,32969% dengan kupon 7,125% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Seri FR0102 mencatat penawaran Rp1,52 triliun. Pemerintah menyerap Rp0,35 triliun dengan yield 7,38%. Seri berkupon 6,875% ini akan jatuh tempo pada 15 Juli 2054.

Seri FR0105 memperoleh penawaran Rp2,9415 triliun. Nominal yang dimenangkan Rp1,65 triliun dengan yield 7,38997%. Seri ini memiliki kupon 6,875% dan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Seluruh seri tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tanggal 24 Juli 2026. Tanggal setelmen atau penerbitan ditetapkan pada 23 Juli 2026.

Berdasarkan pengumuman BEI No. Peng-HLS-00003/BEI.PP3/07-2026, pencatatan ini mencakup emisi baru dan pembukaan kembali (reopening). Penandatangan pengumuman tersebut adalah Lidia M. Panjaitan selaku Kadiv Penilaian Perusahaan 3 dan Pande Made Kusuma Ari A selaku Kadiv Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MSIG Life Kantongi Izin OJK, Unit Syariah Resmi Spin Off

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk...

Buntut Kasus Viral, OJK Panggil Manajemen Kredivo dan KrediFazz

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen...

Kas Terkuras 49% dalam Tiga Bulan, Begini Penjelasan Adhi Commuter Properti (ADCP) ke BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru