STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar sepanjang semester pertama 2026. Pencapaian ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh positif dan kualitas aset yang tetap terjaga.
Berdasarkan laporan kinerja per 30 Juni 2026, penyaluran pembiayaan BTPS mencapai Rp11 triliun. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 9% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan bank dalam mendampingi segmen ultra mikro di Indonesia.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad menyampaikan perusahaan terus memperkuat fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat. Bank juga mulai membuka ruang pertumbuhan baru melalui pengembangan portofolio pembiayaan non-komunitas.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Strategi jangka panjang bank kini mencakup pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga non-keuangan. Perluasan segmen ini bertujuan memperkuat fondasi bisnis dan menciptakan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dari sisi neraca keuangan, total aset BTPS tercatat sebesar Rp23 triliun per Juni 2026. Jumlah ini meningkat 8% secara YoY. Kekuatan neraca perusahaan juga terlihat dari rasio keuangan yang tetap solid.
BTPS menjaga rasio pengembalian aset atau Return on Asset (RoA) pada level 7,2%. Selain itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di posisi yang sangat kuat, yakni mencapai 58,7%.
Kinerja laba bank tetap didukung oleh efektivitas pendampingan kepada nasabah. BTPS fokus membangun empat perilaku unggul pada nasabahnya, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
Sebagai informasi, BTPS saat ini melayani 7 juta nasabah, dengan 3,81 juta di antaranya merupakan nasabah aktif. Layanan bank telah menjangkau 247 ribu komunitas yang tersebar di 2.650 kecamatan pada 26 provinsi di Indonesia.
Bank yang fokus pada pemberdayaan perempuan ini juga mempertahankan peringkat AAA (idn) dari Fitch dengan prospek stabil pada Februari 2026. Saat ini, BTPS termasuk dalam kategori bank KBMI 2 dengan modal inti di atas Rp6 triliun.

