STOCKWATCH.ID (BANDUNG) – Usaha mikro camilan sehat Sahate yang dirintis dari dapur rumahan di Kota Bandung mulai memperluas pasar hingga membuka peluang ekspor ke Denmark dan Hong Kong. Perjalanan usaha tersebut mendapat dukungan dari program LinkUMKM BRI yang membantu pelaku usaha memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas bisnis, hingga memanfaatkan transaksi digital.
Sahate didirikan oleh Lince Sulastri pada 2022 di tengah pandemi Covid-19. Berawal dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat, Lince mengembangkan keripik dan aneka kue kering berbahan dasar beras yang gluten-free dan rendah gula, namun tetap gurih dan renyah. Seiring waktu, produknya mulai dikenal dan jumlah pesanan terus meningkat.
Dalam mengembangkan usahanya, Lince bergabung dengan LinkUMKM BRI pada 2024. Platform pemberdayaan UMKM tersebut dimanfaatkannya untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus mempelajari strategi pengembangan usaha.
“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha,” ungkap Lince.
Melalui pelatihan dan pendampingan, Lince mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga pemasaran. Ia juga memanfaatkan QRIS BRI untuk mendukung transaksi sehari-hari.
“Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian. Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Lince.
Perubahan tersebut mulai terlihat. Keripik beras Sahate kini menjadi produk andalan dan dipasarkan melalui marketplace, pameran, serta kerja sama dengan berbagai mitra di sejumlah daerah. Produk Sahate juga telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong. Saat ini, Lince tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Sahate menunjukkan potensi UMKM Indonesia untuk terus berkembang ketika memperoleh akses pembelajaran dan pendampingan.
“Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Dhanny.

