spot_img

AS dan Iran Berhenti Saling Serang, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia merosot tajam pada akhir perdagangan Senin (26/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (27/7/2026) WIB. Pelemahan ini terjadi seiring kabar jeda ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September jatuh 8,7%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 88,36 USD per barel.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot 7,5%. Minyak WTI berakhir pada posisi 82,61 USD per barel.

Harga minyak turun setelah Iran menyatakan akan menunda serangan.  Syaratnya, AS juga harus tetap menghentikan aksi militernya.  Kabar ini meredakan kekhawatiran pasar yang sempat tegang selama dua pekan terakhir.

Langkah ini menyusul keputusan Washington menunda kampanye pengeboman.  Penasihat Presiden Donald Trump memperingatkan militer mulai kehabisan target sasaran.  Mereka juga khawatir stok senjata AS semakin menipis.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz memberikan keterangan dalam wawancara di Fox News. Ia menyebut Trump memilih menghentikan serangan untuk memberi ruang bagi diplomasi.

“Trump telah memilih untuk menghentikan serangan guna membiarkan upaya diplomatik berlanjut,” ujar Waltz.

Seorang pejabat senior Iran menyebut posisi negaranya tetap sama dalam menanggapi situasi ini. Pesan tersebut kabarnya sudah disampaikan langsung kepada pihak AS.

“Posisi Teheran tetap ‘serangan dibalas serangan’: jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya.  Pesan tersebut sudah disampaikan kepada Amerika Serikat,” lapor Reuters.

Ahli strategi suku bunga AS dari HSBC Dhiraj Narula turut mengomentari dampak harga minyak terhadap ekonomi. Ia menyebut kenaikan harga minyak sebelumnya sempat memicu ekspektasi bunga bank sentral tetap tinggi.

Namun, Narula mencatat ekspektasi inflasi masih cukup terkendali meski harga energi sempat melesat. Hal ini terjadi karena pesan kuat dari pejabat bank sentral AS (The Fed) menjaga stabilitas harga.

Langkah The Fed dinilai berhasil mencegah guncangan harga minyak masuk ke inflasi jangka panjang.  Investor kini merasa lebih tenang melihat perkembangan situasi di Timur Tengah tersebut.

Meredanya konflik ini diharapkan bisa segera membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz. Jalur tersebut sangat vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti Keputusan Suku Bunga Fed, Dow Futures Bergerak Tipis

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks Dow...

Harga Emas Dunia Melejit, Perak dan Platinum Ikut Menghijau

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Harga Minyak Dunia Anjlok 5%, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia turun sekitar 5%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru