spot_img

Laba Bersih Alfamidi (MIDI) Melesat 24,4% Jadi Rp485,97 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencetak laba periode berjalan sebesar Rp485,97 miliar (Rp14,53 per saham) sepanjang semester I 2026. Angka ini melesat 24,4% jika dibandingkan Rp390,52 miliar (Rp11,68 per saham) pada periode sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026, pendapatan neto pengelola jaringan Alfamidi ini mencapai Rp11,25 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 8,45% dari Rp10,37 triliun pada semester I 2025.

Kontributor utama pendapatan MIDI berasal dari penjualan produk makanan sebesar Rp6,43 triliun. Selanjutnya, produk non-makanan menyumbang Rp3,11 triliun dan produk makanan segar tercatat Rp1,71 triliun. Selain itu, pendapatan neto dari penjualan kepada pewaralaba mencapai Rp549,84 miliar atau berkontribusi 4,89% terhadap total pendapatan.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan MIDI juga naik menjadi Rp8,35 triliun dari Rp7,74 triliun. Meski demikian, laba kotor Perseroan tetap tumbuh positif menjadi Rp2,90 triliun dibanding Rp2,63 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih juga didukung oleh efisiensi pada beberapa pos biaya. Beban umum dan administrasi tercatat turun menjadi Rp215,61 miliar dari Rp220,94 miliar. Sementara itu, beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp2,17 triliun dari Rp2 triliun. Untuk beban biaya keuangan, Perseroan mencatat kenaikan menjadi Rp22,32 miliar dari Rp19,20 miliar pada semester I 2025.

Laba usaha MIDI tercatat tumbuh signifikan menjadi Rp623,36 miliar pada semester I 2026. Angka ini meningkat 22,4% dibandingkan Rp509,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca keuangan, total aset MIDI per 30 Juni 2026 mencapai Rp9,27 triliun. Jumlah ini meningkat tipis dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp9,13 triliun. Aset lancar Perseroan tercatat Rp3,94 triliun, sementara aset tidak lancar mencapai Rp5,33 triliun.

Jumlah liabilitas MIDI per Juni 2026 sebesar Rp4,64 triliun, naik dari Rp4,59 triliun pada akhir 2025. Adapun total ekuitas Perseroan juga mengalami penguatan menjadi Rp4,63 triliun dari sebelumnya Rp4,54 triliun.

Hingga 30 Juni 2026, MIDI mengoperasikan total 2.662 gerai. Rinciannya terdiri atas 2.395 minimarket milik sendiri, 178 minimarket waralaba, 85 supermarket milik sendiri, 1 supermarket waralaba, dan 3 toko buah milik sendiri.

Dalam laporan tersebut, manajemen MIDI menegaskan tanggung jawab atas akurasi data keuangan yang disajikan. Hal ini disampaikan oleh Rullyanto, Presiden Direktur MIDI, dan Suantopo Po, Direktur MIDI.

“Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk. Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tulis Rullyanto dan Suantopo dalam surat pernyataan direksi, dikutip Senin (27/7/2026).

- Advertisement -

Artikel Terkait

spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru