STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (28/7/2026) WIB. Kenaikan ini terjadi seiring merosotnya harga minyak mentah ke level terendah dalam satu pekan. Investor kini juga sedang menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,9% ke posisi 4.087,59 USD per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus berakhir menguat 0,5% menjadi 4.090 USD per ons troi.
Indeks dolar AS terpantau melemah 0,1%. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Pelemahan dolar memicu peningkatan minat investor terhadap aset aman tersebut.
Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, memberikan analisanya. Ia menjelaskan kaitan antara pasar minyak dan prospek suku bunga yang memengaruhi emas.
“Utamanya yang kita lihat adalah pasar minyak turun dari di atas 100 USD minggu lalu menjadi 90 USD, dan ini mendorong prospek suku bunga menjadi lebih rendah,” ujar Bart Melek.
Melek melihat penurunan harga energi ini meredakan kekhawatiran inflasi. Hal tersebut mengurangi perkiraan suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lama. Emas biasanya tertekan jika suku bunga tinggi karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil.
Harga minyak sendiri jatuh 6% setelah AS dan Iran menghentikan saling serang selama akhir pekan. Langkah ini meningkatkan harapan adanya solusi diplomatik untuk meredakan konflik. Selain itu, meredanya ketegangan diharapkan bisa membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pelaku pasar kini fokus pada keputusan suku bunga The Fed pada Rabu mendatang. Data CME FedWatch menunjukkan 66% pedagang memperkirakan suku bunga tetap. Namun, pasar memperkirakan ada peluang 79% suku bunga akan naik pada September.
Investor juga menanti data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Juni. Data ini merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed yang dijadwalkan terbit pada Kamis. Hasil laporan tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Dari sisi permintaan fisik, impor emas bersih Tiongkok melalui Hong Kong melonjak dua kali lipat secara tahunan pada bulan Juni. Namun, jika dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut turun lebih dari 5%. Data ini dirilis oleh Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong pada hari Senin.
Tren kenaikan harga juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 1,3% ke posisi 58,92 USD per ons troi. Logam ini tetap diuntungkan oleh aliran dana ke aset aman dan pelemahan dolar.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada logam lainnya. Harga platinum spot melesat 2,3% ke level 1.625,31 USD per ons troi. Sementara itu, harga paladium naik 3,4% ke posisi 1.285,79 USD per ons troi.

