spot_img

Laba Bersih Chandra Asri (TPIA) Turun 77% di Semester I 2026, Meski Pendapatan Melonjak

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan laba bersih US$371,2 juta (US$0,0033 per saham) pada semester I 2026, anjlok 77,2% jika dibandingkan US$1,626 miliar (US$0,0178 per saham) pada semester I 2025. Penurunan laba emiten kimia ini antara lain disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku untuk produksi dan manufaktur.

Meski laba anjlok, pendapatan bersih Perseroan melonjak 83,6% menjadi US$5,34 miliar pada semester I 2026, dari US$2,91 miliar pada periode sama tahun 2025. llonjakan pendapatan terutama ditopang oleh bertambahnya skala operasi Perseroan setelah mengakuisisi Aster Chemicals and Energy pada April 2025 serta jaringan SPBU bermerek Esso pada Januari 2026.

Manajemen  TPIA dalam keterangan, Rabu 29 Juli 2026 menyebutkan, pencapaian knerja ini didukung antara oleh ketahanan platform terintegrasi Group di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur, eksekusi operasional yang disiplin, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis.

Perseroan juga membukukan EBITDA operasional sebesar US$802,6 juta  pada semester I 2026, merosot 54,5% dari US$1,76 miliar. Pada semester I 2025.  Kinerja tersebut mencerminkan kontribusi berkelanjutan dari platform terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

Pada segmen energi, Chandra Asri melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui transisi jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan platform mobility sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan rantai pasok.

Perseroan juga melaporkan proyek revitalisasi Condensate Splitter Unit (CSU) dan Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Manajemen menjelaskan, “Inisiatif ini diperkirakan akan memberikan tambahan EBITDA sekitar US$20 juta per bulan mulai kuartal IV 2026, semakin memperkuat profil laba Group.”

Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2027.

Selain itu, Chandra Asri telah mengambil keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD 80 juta. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor dan memperkuat integrasi antara fasilitas Aster di Singapura dengan bisnis kimia hilir Perseroan di Indonesia.

Pada segmen infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi (CDI) terus memperluas bisnis kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik melalui kerja sama dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS). Kolaborasi tersebut difokuskan untuk pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

Perseroan juga mengungkapkan progres pembangunan fasilitas tangki bitumen CDI telah mencapai 75%. Sementara itu, kapal Novah dari Jepang berhasil menyelesaikan maiden voyage dan maiden berthing, memperkuat jaringan logistik dan kapabilitas maritim Grup.

Di sisi lain, Chandra Asri memperluas platform infrastruktur regional melalui pembentukan joint venture Aster Power bersama Sembcorp dan CDI. Selain itu, Aster Ports & Terminals resmi mulai beroperasi pada 1 Juli 2026 sebagai platform pelabuhan terintegrasi yang melayani kebutuhan internal maupun pelanggan pihak ketiga.

Dari sisi keuangan, posisi neraca Perseroan tetap solid. Hingga akhir Juni 2026, total aset meningkat 11,7% menjadi USD 13,77 miliar dibanding akhir 2025 sebesar USD 12,32 miliar.

Total liabilitas naik 14,8% menjadi USD 8,80 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh 6,6% menjadi USD 4,96 miliar. Utang berbunga jangka panjang tercatat sebesar USD 4,77 miliar. Sementara kas dan setara kas ditambah surat berharga mencapai USD 3,87 miliar.

Perseroan juga memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan porsi saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan Obligasi Berkelanjutan V senilai total Rp6 triliun yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscription).

Manajemen menegaskan, “Kinerja ini menegaskan kemampuan berkelanjutan Chandra Asri Group dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

MPPA Pangkas Rugi Bersih 41,3% di Semester I 2026, Penjualan Tembus Rp4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat...

Pendapatan MTDL Naik 16,7%, Laba Semester I 2026 Tembus Rp313,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat pertumbuhan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru