spot_img

Hasil Investasi Dongkrak Laba Bersih ASBI Tumbuh 39% pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) membukukan laba bersih sebesar Rp9,05 miliar (Rp26 per saham) pada semester I 2026. Realisasi laba  tersebut meningkat 39,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,51 miliar (Rp19 per saham).

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang diumumkan, Rabu 29 Juli 2026,  pertumbuhan laba bersih ASBI terjadi di tengah pendapatan bersih yang hanya naik tipis 4,30% menjadi Rp49,16 miliar pada semester I 2026, dari Rp47,14 miliar pada semester I 2025.

Kinerja investasi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba. Hasil investasi bersih meningkat 51,03% menjadi Rp18,32 miliar dari Rp12,13 miliar pada semester I tahun lalu.

Kenaikan tersebut didorong oleh keuntungan investasi yang direalisasikan dan belum direalisasikan sebesar Rp12,82 miliar, naik dari Rp8,68 miliar. Pendapatan investasi juga meningkat menjadi Rp5,50 miliar dari Rp3,31 miliar.

Perseroan mencatat hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp32,63 miliar hingga akhir Juni 2026. Angka ini turun 8,44% dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp35,64 miliar.

Pendapatan jasa asuransi ASBI tercatat sebesar Rp143,46 miliar, turun dari Rp162,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara beban jasa asuransi turun menjadi Rp69,79 miliar dari sebelumnya Rp82,72 miliar.

Di sisi lain, beban dari kontrak reasuransi milikan tercatat sebesar Rp41,04 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp44,36 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, beban usaha naik menjadi Rp44,32 miliar dari Rp42,27 miliar. Kondisi tersebut membuat laba usaha relatif stabil di level Rp4,84 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp4,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pada pos lain-lain, Perseroan mencatat beban bersih sebesar Rp65,17 juta. Padahal pada semester I 2025, Perseroan masih membukukan penghasilan lain-lain bersih sebesar Rp8,53 miliar. Meski demikian, laba sebelum pajak tetap mencapai Rp4,78 miliar.

Perseroan juga membukukan penghasilan pajak tangguhan sebesar Rp4,28 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, Perseroan mencatat beban pajak tangguhan sebesar Rp6,88 miliar.

Faktor tersebut turut mendorong laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp9,05 miliar dari Rp6,51 miliar pada semester I 2025. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp9,05 miliar, naik dari Rp6,50 miliar pada periode yang sama 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Naik, HADE Pangkas Rugi Bersih 85% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE) berhasil...

DYAN Bukukan Laba Bersih Rp42,7 Miliar di Semester I-2026, Melonjak 122%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dyandra Media International Tbk (DYAN)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru