STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan kinerja keuangan yang sangat positif pada paruh pertama tahun ini. Pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,19 triliun pada semester I 2026, melonjak 175,34% dibandingkan Rp433,02 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan Selasa (28/7/2026), pendapatan usaha DMAS mencapai Rp1,80 triliun. Perolehan ini melesat 194% dari realisasi semester I 2025 yang tercatat Rp613,36 miliar.
Sektor industri menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi mencapai Rp1,75 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan lahan dari sektor teknologi.
“Sektor data center masih jadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026,” ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS.
Selain segmen industri, DMAS juga mendapatkan pemasukan dari segmen hunian sebesar Rp19,32 miliar dan segmen komersial Rp18,16 miliar. Adapun pendapatan dari segmen sewa tercatat Rp9,47 miliar dan hotel menyumbang Rp8,07 miliar.
Peningkatan pendapatan ini juga dibarengi dengan kenaikan laba kotor yang signifikan. Laba kotor Perseroan meroket 197,22% menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp429,65 miliar. Marjin laba kotor DMAS pada semester pertama tahun ini berada di level 70,81%.
Dari sisi biaya, DMAS mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp526,44 miliar. Beban usaha juga mengalami peningkatan menjadi Rp182,30 miliar, yang terdiri atas beban penjualan Rp58,99 miliar serta beban umum dan administrasi sebesar Rp77,25 miliar. Perseroan juga mencatatkan beban pajak final Rp46,05 miliar.
“Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat,” tambah Tondy.
Kekuatan neraca DMAS tercermin dari posisi keuangan yang tetap sehat. Total aset Perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp8,79 triliun, tumbuh 23,43% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp7,12 triliun.
Peningkatan aset ini didorong oleh posisi kas dan setara kas yang melompat 453,06% menjadi Rp2,09 triliun dari posisi akhir tahun lalu Rp377,00 miliar. DMAS juga mempertahankan kebijakan manajemen keuangan yang konservatif dengan tidak memiliki utang.
Adapun total liabilitas DMAS tercatat sebesar Rp1,78 triliun pada Juni 2026. Sementara itu, jumlah ekuitas bersih Perseroan tumbuh 6,02% menjadi Rp7,01 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp6,61 triliun.

