spot_img

Kinerja YUPI Makin Manis, Laba Bersih Semester I 2026 Tumbuh Menjadi Rp322,4 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun 2026. Produsen permen gummy ini mengantongi laba bersih Rp322,40 miliar pada semester I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan baru-baru ini, raihan laba bersih tersebut tumbuh 2,61% secara tahunan atau year on year (yoy). Pada periode yang sama tahun 2025, YUPI membukukan laba sebesar Rp314,20 miliar.

Kenaikan laba ini juga meningkatkan laba per saham dasar perseroan menjadi Rp38 per lembar. Angka ini naik tipis dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp37 per lembar saham.

Pertumbuhan laba YUPI ditopang oleh kenaikan total pendapatan kontrak dengan pelanggan. Hingga Juni 2026, pendapatan YUPI mencapai Rp1,46 triliun, naik 2,30% dibanding Rp1,43 triliun pada Juni 2025.

Pasar domestik masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp1,16 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor menyumbang Rp358,77 miliar. Angka pendapatan tersebut merupakan nilai neto setelah dikurangi potongan penjualan dan rabat sebesar Rp55,96 miliar.

Salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan laba adalah keberhasilan manajemen menekan beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan YUPI turun signifikan menjadi Rp855,81 miliar pada semester I 2026, dari Rp970,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Efisiensi ini membuat laba bruto perseroan melonjak tajam menjadi Rp609,02 miliar. Realisasi ini tumbuh 32% dibandingkan laba kotor tahun 2025 yang tercatat Rp461,22 miliar.

Namun, kenaikan laba kotor tersebut harus terserap oleh peningkatan beban operasional. Beban penjualan YUPI membengkak menjadi Rp97,93 miliar dari sebelumnya Rp56,83 miliar. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp86,97 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp46,08 miliar.

Selain itu, beban keuangan perseroan juga mengalami kenaikan drastis menjadi Rp27,23 miliar pada Juni 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun 2025, beban bunga YUPI hanya sebesar Rp40,64 juta. Lonjakan beban bunga ini terutama berasal dari utang bank sindikasi.

Dari sisi neraca keuangan, kekuatan aset YUPI menunjukkan tren meningkat. Total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp3,14 triliun. Angka ini tumbuh 8,73% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp2,89 triliun.

Peningkatan aset ini didorong oleh pertumbuhan aset lancar menjadi Rp1,85 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp1,29 triliun. Adapun jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,40 triliun, naik dari posisi Desember 2025 sebesar Rp1,33 triliun.

Ekuitas YUPI juga menguat menjadi Rp1,74 triliun per Juni 2026, naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun. Peningkatan modal ini mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang semakin kokoh.

Manajemen YUPI menegaskan tanggung jawab atas penyajian laporan keuangan ini. Direktur Utama PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Yohanes Teja, bersama Direktur Rusman Apandi, menandatangani pernyataan direksi terkait laporan interim tersebut.

“Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Laporan ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tegas Yohanes dalam surat pernyataan direksi dikutip dari keterbukaan informasi Jumat (31/7/2026).

Rusman menambahkan seluruh informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. “Laporan ini tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Box Office Bawa Berkah, FILM Sukses Balikkan Rugi Jadi Laba Rp10,64 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencetak...

Bank Neo Commerce (BBYB) Raih Laba Rp294,85 Miliar di Semester I 2026, Melaju 6,8%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru