spot_img

Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) mencatatkan kinerja kinclong  pada paruh pertama tahun 2026. Emiten bank syariah ini berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp80,78 miliar per Juni 2026.

Angka ini melonjak tajam 209,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Saat itu, Perseroan mengantongi laba bersih Rp26,13 miliar. Kenaikan laba ini turut mengerek laba bersih per saham dasar menjadi Rp2,08, dari sebelumnya Rp0,67 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 Juni 2026, pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib. Nilainya mencapai Rp663,83 miliar, tumbuh 15,2% dibandingkan Rp576,02 miliar secara tahunan atau year on year (YoY).

Kontributor utama pendapatan berasal dari bagi hasil pembiayaan Musyarakah sebesar Rp457,84 miliar. Selain itu, pembiayaan Mudharabah menyumbang Rp49,17 miliar dan pendapatan sewa Ijarah bersih sebesar Rp36,93 miliar.

Perseroan juga mencatat pendapatan usaha lainnya sebesar Rp52,54 miliar. Namun, PDSB menyalurkan hak pemilik dana atas bagi hasil dana syirkah temporer sebesar Rp414,43 miliar.

Efisiensi operasional menjadi faktor kunci lainnya. Hal ini terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 88,81% dari sebelumnya 95,92%.

Direktur Utama PNBS, Bratha dan Direktur Shandra Noraya Laksmi menegaskan komitmen perusahaan terhadap transparansi laporan. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Laporan ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tegas Bratha dan Shandra dalam surat pernyataan Direksi dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi neraca, kekuatan keuangan PNBS semakin solid. Total aset Perseroan per Juni 2026 mencapai Rp20,46 triliun. Jumlah ini meningkat 7% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp19,11 triliun.

Total liabilitas, termasuk dana syirkah temporer, tercatat sebesar Rp17,45 triliun. Sementara itu, ekuitas Perseroan tumbuh menjadi Rp3,01 triliun per 30 Juni 2026, dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp2,97 triliun.

Rasio keuangan penting lainnya menunjukkan tren positif. Kualitas pembiayaan membaik dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross turun ke level 2,86% dari sebelumnya 3,88%. NPF net juga berada di posisi aman sebesar 2,72%.

Kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari aset (Return on Assets/ROA) naik menjadi 0,82% dari 0,30%. Adapun imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ROE) melonjak menjadi 6,66% dari posisi 2,26%.

PNBS juga menjaga tingkat kecukupan modal yang kuat. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau CAR tercatat sebesar 17,45% per Juni 2026. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum regulator.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat...

Perkuat Keuangan Syariah, OJK Tetapkan Tiga Fokus Utama Literasi dan Inklusi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru