STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan penjualan bersih sebesar Rp19,48 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 14,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,08 triliun.
Kenaikan penjualan turut mendorong laba bruto perseroan menjadi Rp7,32 triliun hingga akhir Juni 2026. Posisi tersebut naik 4,46% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp7,00 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan, Jumat 31Juli 2026, KLBF mencatat laba periode berjalan sebesar Rp1,97 triliun. Namun, angka tersebut turun 2,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,03 triliun.
Adapun laba bersih KLBF yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,92 triliun. Realisasi tersebut turun 2,81% dari Rp1,97 triliun pada semester I 2025. Seiring dengan itu, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp42,42 per saham dari Rp43,35 per saham pada periode sama tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, beban pokok penjualan meningkat 20,75%menjadi Rp12,16 triliun dari Rp10,07 triliun. Sementara itu, beban penjualan naik 7,5% jadi Rp3,86 triliun dari Rp3,59 triliun.
Beban umum dan administrasi juga meningkat 3,34% menjadi Rp748,09 miliar dibandingkan Rp723,88 miliar pada semester I 2025. Namun, beban penelitian dan pengembangan turun menjadi Rp235,74 miliar dari Rp248,47 miliar.
Perseroan membukukan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp44,18 miliar, turun 55,6% dari Rp99,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara beban operasi lainnya membengkak 137,71% menjadi Rp90,83 miliar dari Rp38,21 miliar semester I 2025.
Di luar kegiatan operasional utama, Kalbe Farma memperoleh penghasilan bunga Rp75,68 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp97,46 miliar.
Beban bunga dan keuangan tercatat sebesar Rp18,76 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp27,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi dari entitas asosiasi juga meningkat. Bagian atas laba entitas asosiasi, neto, mencapai Rp46,80 miliar, naik dari Rp35,42 miliar pada semester I 2025.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, laba sebelum beban pajak penghasilan KLBF tercatat sebesar Rp2,53 triliun. Angka itu sedikit lebih rendah dari Rp2,61 triliun pada semester I 2025.
Sementara itu, total laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,97 triliun, meningkat dari Rp1,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara konsolidasi, total laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp2,03 triliun, naik 1,88% dibandingkan Rp1,99 triliun pada semester I 2025.

