STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menyampaikan perkembangan terbaru terkait realisasi rencana pemulihan Perseroan menyusul penghentian sementara (suspensi) perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Freddy Tedjasasmita, Direktur Utama BOSS, dalam keterbukaan informasi ke BEI, dikutip Kamis (02/7/2026), mengemukakan, proses pemulihan masih berjalan. Namun pelaksanaannya dipengaruhi penyesuaian regulasi di sektor pertambangan.
Freddy mengemukakan bahwa Perseroan telah menjalankan berbagai langkah sejak menyampaikan rencana pemulihan pada 04 Juli 2025. “Hingga saat ini, BOSS masih berkomitmen menjaga kelangsungan usaha dengan melanjutkan upaya optimalisasi kegiatan usaha serta proses penjajakan kerja sama dengan calon mitra strategis untuk memenuhi kebutuhan modal kerja,” katanya.
Menurut Freddy, perkembangan realisasi rencana pemulihan, khususnya operasional di sektor pertambangan, dipengaruhi terbitnya regulasi baru melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Nomor 2.E/HK.03/DJB/2025 tertanggal 31 Desember 2025 tentang Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.
Sejalan dengan aturan tersebut, meski perusahaan pertambangan telah memperoleh persetujuan RKAB periode tiga tahunan 2024–2026, RKAB Tahun 2026 tetap wajib disesuaikan dan direvisi sesuai ketentuan terbaru.
Anak usaha Perseroan, PT Pratama Bersama, saat ini masih menjalani proses penyesuaian dan pemenuhan persyaratan tambahan atas RKAB Tahun 2026. Kondisi itu turut memengaruhi percepatan realisasi rencana pemulihan perseroan.
Selain itu, harga batu bara sepanjang periode pelaporan juga dinilai belum berada pada level yang mendukung dimulainya operasional secara optimal. Dampaknya, kegiatan operasional komersial belum sepenuhnya dapat direalisasikan.
Freddy menegaskan bahwa manajemen Perseroan tetap berupaya memenuhi seluruh persyaratan agar kegiatan operasional dapat segera dilaksanakan.
“Perseroan bersama-sama dengan calon mitra strategis terus melakukan persiapan secara intensif agar pada saat persyaratan regulasi telah terpenuhi, kegiatan operasional dan komersial dapat segera dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meminimalisir dan memitigasi risiko bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan,” katanya.
BOSS juga mengungkapkan calon mitra strategis masih menunggu kepastian mengenai mekanisme penetapan harga, proses pembayaran, dan manajemen risiko komersial dari PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola batu bara.
Perseroan menyebut regulasi tersebut masih dalam masa transisi menuju implementasi penuh sehingga tata kelola pelaksanaannya masih menunggu rincian lebih lanjut dari pemerintah.
Adapun perkembangan realisasi rencana pemulihan hingga Juni 2026 meliputi antara lain proses legal due diligence, financial due diligence, dan technical due diligence bersama calon mitra strategis telah berjalan dan memasuki tahap akhir penyelesaian.
Pengajuan revisi RKAB Tahun 2026 PT Pratama Bersama masih berlangsung sesuai ketentuan terbaru Kementerian ESDM. RKAB periode 2024–2026 telah disetujui, sedangkan revisi RKAB Tahun 2026 masih dalam proses penyesuaian.
Perizinan dan pelaporan aktivitas pertambangan terus berjalan melalui pelaporan bulanan RKAB, laporan triwulanan, serta audit internal kepada Kementerian ESDM. Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) BOSS juga masih dalam proses melengkapi persyaratan.
Persiapan administrasi kegiatan penambangan terus dilakukan. Sementara kegiatan eksplorasi dan produksi masih menunggu persetujuan penyesuaian RKAB Tahun 2026.
Penyusunan kerja sama dengan calon mitra strategis dilakukan paralel dengan proses due diligence dan pemenuhan persyaratan RKAB. Kerja sama baru akan diaktifkan setelah seluruh persyaratan administratif dan regulasi terpenuhi.

