STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Jumlah pemegang saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) bertambah 782 single investor identification (SID) sepanjang April 2026. Dengan penambahan tersebut, total investor perseroan mencapai 17.148 SID.
Corporate Secretary NICL, Febria Alfinda Nasution, menyampaikan bahwa data tersebut tercantum dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir April 2026 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Perseroan menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan April 2026,” tulis Febria dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (10/5/2026).
Pada Maret 2026, jumlah pemegang saham NICL tercatat sebanyak 16.366 SID. Dengan demikian, jumlah investor perseroan meningkat sekitar 4,78% dalam sebulan.
Berdasarkan laporan tersebut, PT Pam Metalindo masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 4,59 miliar saham atau setara 43,23% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Posisi kedua ditempati PT Artha Perdana dengan kepemilikan 3,06 miliar saham atau 28,82%.
Sementara itu, masyarakat atau publik menguasai 2,97 miliar saham atau setara 27,95%.
Untuk saham free float, NICL mencatatkan sebanyak 2,90 miliar saham atau 27,34% dari total 10,63 miliar saham yang tercatat di Bursa. Persentase ini telah memenuhi ketentuan minimum BEI yang mewajibkan perusahaan tercatat memiliki saham free float sekurang-kurangnya 7,5% dari total saham tercatat.
Laporan tersebut juga mengungkap pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) perseroan, yakni Christopher Sumasto Tjia. Ia merupakan pengendali individu melalui kepemilikan 70% saham di PT Pam Metalindo.
Adapun seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris NICL tercatat tidak memiliki saham secara langsung di perseroan hingga akhir April 2026.
Direksi PT PAM Mineral Tbk menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran seluruh informasi yang disampaikan. Dokumen tersebut diterbitkan secara elektronik sehingga tidak memerlukan tanda tangan basah.
