STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) mencatat peningkatan jumlah pemegang saham sepanjang April 2026. Emiten pengelola jaringan Primaya Hospital ini menambah 34 investor baru, sehingga total pemegang saham yang tercatat dengan Single Investor Identification (SID) mencapai 2.055 pihak pada akhir April 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang sebanyak 2.021 investor.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), total saham PRAY yang tercatat hingga 30 April 2026 mencapai 13.959.422.300 lembar saham.
Pemegang saham terbesar sekaligus pengendali perseroan adalah PT Famon Obor Maju dengan kepemilikan 6.487.215.267 saham atau setara 46,47% dari total saham.
Pemegang saham besar lainnya adalah HSBC-FUND SVS A/C yang menguasai 3.789.358.400 saham atau 27,15%, serta PT Awal Bros Citra Batam dengan kepemilikan 2.420.632.176 saham atau 17,34%.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat (publik) dengan porsi di bawah 5% tercatat sebanyak 1.141.702.257 saham atau setara 8,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun jumlah saham free float PRAY mencapai 1.105.457.457 lembar saham atau 7,92% dari total saham tercatat.
Di jajaran manajemen, Komisaris Yos Effendi Susanto tercatat memiliki 120.512.500 saham atau setara 0,86%. Sementara Direktur Yoshen Danun memiliki 1.700 saham.
Terkait Ultimate Beneficial Owner (UBO), laporan registrasi pemegang saham tidak mencantumkan secara rinci identitas pemilik manfaat akhir. Namun, berdasarkan struktur kepemilikan, PT Famon Obor Maju sebagai pemegang saham pengendali diduga menjadi entitas utama yang mewakili kepentingan pemilik manfaat akhir perseroan.
Direktur sekaligus Chief Executive Officer PRAY, Leona Agustine Karnali, menegaskan seluruh data yang disampaikan dalam laporan tersebut telah disusun secara lengkap dan akurat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, serta tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi.
