STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Jumlah pemegang saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) bertambah 811 investor sepanjang April 2026.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek (LBRE), jumlah pemilik Single Investor Identification (SID) ENZO mencapai 4.859 akun per akhir April 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang tercatat sebanyak 4.048 akun.
Corporate Secretary ENZO, Fransiska Yovita, menyampaikan data tersebut dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Laporan ini merupakan koreksi atas penyampaian sebelumnya tertanggal 9 Mei 2026.
Pemegang saham pengendali ENZO tetap PT Tritunggal dengan kepemilikan sebanyak 1,482 miliar saham atau setara 68,56% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Di jajaran direksi, Direktur ENZO Markus Silitonga yang juga tercatat sebagai Ultimate Beneficial Owner (UBO) memiliki 12,8 juta saham atau 0,59%. Sementara itu, Direktur Meriam Lina Sitorus menguasai 3,5 juta saham atau 0,16%.
Adapun Komisaris Grace Ernawan dan Komisaris Evi Marini tidak memiliki saham ENZO.
Kepemilikan masyarakat atau publik dalam bentuk scripless tercatat sebanyak 663,64 juta saham atau setara 30,69% dari total saham beredar. Dengan demikian, porsi free float ENZO berada jauh di atas ketentuan minimum BEI sebesar 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, serta dimiliki oleh sedikitnya 300 pihak non-pengendali dan non-afiliasi.
Total saham tercatat ENZO di Bursa Efek Indonesia berjumlah 2,162 miliar lembar.
Berdasarkan klasifikasi investor scripless, investor individu mendominasi kepemilikan dengan 665,29 juta saham. Sementara investor korporasi tercatat memiliki 450,05 juta saham.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan adanya kepemilikan oleh perbankan sebanyak 1,026 juta saham, penasihat investasi 762.900 saham, serta modal ventura sebanyak 7.500 saham.
Manajemen ENZO menegaskan seluruh informasi yang disampaikan telah lengkap dan akurat. “Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, serta tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar,” tulis manajemen ENZO dalam dokumen keterbukaan informasi dikutip Minggu (10/5/2026).`
