STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Suhendra Prawira Widjaja, Direktur PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menambah porsi kepemilikan saham emiten produsen susu “ULTRA” ini melalui BEI pada 19, 20, dan 21 Mei 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 22 Mei 2026, pembelian 3 juta saham ULTJ oleh Suhendra sebanyak 12 kali transaksi pada rentang harga Rp1.570-Rp1.600 per unit. Dengan demikian, Suhendra menghabiskan dana sebesar Rp4,8 miliar.
Sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka, saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka (ULTJ).
Suhendra Prawira memborong saham ULTJ untuk tujuan bisnis dengan status kepemilikan langsung. Pasca pembelian tersebut, kepemilikan Suhendra atas saham ULTJ meningkat menjadi 154.210.360 unit atau setara 1,48%. Sebelum transaksi, kepemilikan Suhendra sebanyak 151.210.360 unit atau 1,45% saham.
ULTJ memiliki kinerja keuangan yang solid setidaknya pada Januari-Maret 2026. Perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp495,59 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 35,89% jika dibandingkan Rp364,68 miliar pada kuartal I 2025. Penjualan bersih Perseroan naik 21,84% menjadi Rp2,78 triliun pada kuartal I 2025, dari Rp2,28 triliun periode sama 2025.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Jumat 22 Mei 2026, saham ULTJ tercatat naik 3,18% menjadi Rp1.620 per unit dibanding sehari sebelumnya Rp1.570 per unit. Selama periode sepekan, saham ULTJ turun sebesar 2,18%.
Jika dibandingkan antara harga ULTJ pada tanggal 22 April 2026 sebesar Rp1.565 per unit terhadap penutupan kemarin, maka harga saham emiten produsen susu dengan merek “Ultra” tersebut hanya naik tipis 0,06%. (konrad)

