Selasa, Januari 13, 2026
25.3 C
Jakarta

Divestasi 4,486% Saham PALM, Saratoga Investama Cuan Rp247,62 Miliar 

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), salah satu pemegang saham PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) menjual  sebanyak 707.511.964  unit (4,486%) sahamnya dalam perusahaan investasi tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 dan 16 Desember 2024.

Juan Akbar Indraseno, Divisi Hukum Sekretaris Perusahaan SRTG dalam keterangan, Kamis (19/12/2024) mengatakan, tujuan Saratoga Investama Sedaya  menjual saham PALM senilai Rp247,62 miliar adalah divestasi.

Setelah penjualan saham tersebut, kepemilikan Saratoga Investama Sedaya  (SRTG) atas saham PALM turun jadi 4,485% dari sebelumnya 8,971% saham.

Seperti dikutip dalam laporan keuangan per September 2024, pemegang saham emiten bidang investasi beraset Rp9,94 triliun per September 2024  itu adalah, PT Provident Capital Indonesia sebesar 55,81%, Garibaldi Thohir sebesar 14,40%, PT Saratoga Sentra Business  8,99%, Winoto Kartono 6,18%, dan i publik 13,62%.

Sekedar informasi, PALM membukukan laba Rp464,63 miliar pada kuartal III 2024. Pada periode sama tahun 2024, PALM merugi Rp1,94 triliun. Keuntungan neto  atas investasi pada  saham dan efek ekuitas lainnya mencapai Rp655,10 miliar pada kuartal III 2024.  Di periode yang sama tahun 2023, PALM rugi neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar Rp1,84 triliun. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Dorong Keterbukaan Informasi dan Penguatan Pengawasan Pasar Modal Melalui KSEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong keterbukaan...

Komisaris ULTJ Borong 1.522.700 Lembar Saham Perusahaan, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Komisaris  PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading...

Belum Terpakai, Yupi Indo Jelly Gum (YUPI) Parkir Dana IPO Rp596,67 Miliar di Bank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru