spot_img

Ekadharma International Bidik Penjualan Rp558 Miliar pada 2025, Naik 5,28%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ekadharma International Tbk (EKAD) membidik penjualan Rp558 miliar pada 2025. Target tersebut, sekitar 5,28% lebih tinggi dibanding penjualan EKAD tahun 2024 yang sebesar Rp530 Miliar. Adapun laba EKAD diproyeksikan tumbuh 4,68% menjadi Rp67 miliar pada tahun 2025.

Direksi EKAD dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/5/2025) mengemukakan, penjualan hingga Maret 2025 Rp128,58 miliar, turun 1,44% dari Rp130,46 miliar pada Januari-Maret 2024.

“Pencapaian penjualan maupun laba EKAD hingga triwulan I 2025, masing-masing  mencerminkan 22,93% dan 10,74% dari target Perseroan tahun ini,” tulis Direksi dalam materi paparan publik yang disampaikan kepada investor hari ini.

Sekedar informasi, PT Ekadharma International Tbk (EKAD) adalah produsen dan eceran pita perekat, aluminium foil, cling wrap dan bahan terkait. Awal didirikan sebagai industri kertas dengan nama PT Ekadharma Widya Grafika. Kemudian pada tahun 1983, perusahaan mulai memproduksi pita perekat untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia. Sejak tahun 1986, mencapai pasar di kawasan Asia.

Perseroan melakukan IPO di BEI pada tahun 1990 setelah berganti nama menjadi PT Ekadharma Tape Industries. Sejak saat  itu, perusahaan terus mengembangkan bisnisnya ke kota-kota lain, dengan membuka cabang penjualan dan stock point. Tahun 2006, perusahaan berganti nama menjadi PT Ekadharma International Tbk Saat ini memiliki 45 cabang dan stock point di seluruh Indonesia.

Saat ini, produk-produk yang dipasarkan EKAD di dalam negeri, antara lain, Cloth Tape, Opp Tape, Kraft  Paper Tape, Double Sides Tape, Stationery Tape, Masking Tape, PVC Insulation  Tape, Stretch Film, PVC Marking Tape, Anti Slip Tape, Aluminium Foil, Plastic Vacuum Bags, dan beberapa produk lainnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jatuh ke 5.500, IHSG Turun 4,20%, 11 Indeks Sektor Tergerus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di 5.846,491 Indeks Harga Saham...

OJK Genjot IPO, Masih Ada 94 Perusahaan Mengantre Masuk Bursa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong...

Hasan Fawzi Beberkan Langkah OJK Menjaga Stabilitas dan Likuiditas Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru