STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat kenaikan tipis porsi kepemilikan saham publik (free float) per akhir April 2026. Namun, persentase saham yang beredar di publik masih jauh di bawah ketentuan minimum yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek bulanan, jumlah saham free float GIAA mencapai 31.936.799.716 lembar atau setara 7,85% dari total saham tercatat. Angka ini meningkat tipis dibanding posisi akhir Maret 2026 yang sebesar 7,83%.
Meski mengalami kenaikan, porsi saham publik Garuda Indonesia tersebut belum memenuhi ketentuan terbaru BEI. Mengacu pada Peraturan Nomor I-A, perusahaan yang tercatat di Papan Pengembangan wajib memiliki saham free float sekurang-kurangnya 50 juta lembar dan minimal 15% dari total saham tercatat.
Dengan free float sebesar 7,85%, GIAA masih berada jauh di bawah ambang batas tersebut. Namun, dari sisi jumlah pemegang saham, perseroan telah melampaui persyaratan bursa.
Hingga akhir April 2026, jumlah investor pemilik Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 74.075 pihak. Jumlah ini jauh di atas ketentuan minimum 300 investor, meskipun turun 1.882 SID dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebanyak 75.957 pihak.
Dalam struktur kepemilikan saham di atas 5%, PT Danantara Asset masih menjadi pemegang saham pengendali tunggal dengan kepemilikan 370.902.553.959 lembar saham atau setara 91,11% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Laporan tersebut juga mengungkap pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) Garuda Indonesia. Direktur Utama GIAA, Glenny Kairupan, tercatat sebagai pihak pengendali pada tingkat individu, meskipun tidak memiliki saham secara langsung.
Sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi juga tercatat memiliki saham dalam jumlah terbatas. Komisaris Chairal Tanjung memiliki 6.424.259 saham atau 0,002%. Sementara itu, Direktur Eksitarino Irianto memegang 1.366.067 saham, Mukhtaris sebanyak 25.459 saham, Dani Haikal Iriawan sebanyak 19.706 saham, dan Reza Aulia Hakim sebanyak 16.841 saham.
Corporate Secretary Group Head Garuda Indonesia, Andreas Tumpal H. Hutapea, menegaskan bahwa seluruh data yang tercantum dalam laporan tersebut telah disusun secara akurat.
“Direksi bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera di dalam dokumen ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Total saham tercatat GIAA per akhir April 2026 mencapai 407.091.743.937 lembar. Seluruh saham tersebut telah tercatat di BEI dan perseroan tidak memiliki saham tresuri. Laporan ini disusun bersama Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom sebagai bagian dari kewajiban pelaporan rutin emiten kepada regulator.
