STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia berakhir merosot pada penutupan perdagangan Rabu (14/2/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (15/2/2024) WIB. Melesatnya harga komoditas tersebut lantaran terjadi peningkatan cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2024 ditutup turun sebesar US$1,23 atau sekitar 1,6%, menjadi US$76,64 per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April 2024 berakhir merosot sebesar US$1,17 atau sekitar 1,4%, menjadi US$81,60 per barel di London ICE Futures Exchange.
Laporan yang dikeluarkan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa cadangan minyak AS mengalami kenaikan drastis, sebesar 12 juta barel menjadi 439,5 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh melampaui perkiraan para analis yang hanya memperkirakan peningkatan sebesar 2,6 juta barel. Lonjakan yang signifikan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga minyak dunia.
Selain faktor fundamental seperti cadangan minyak, harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh faktor geopolitik. Konflik di Timur Tengah, perang di Ukraina, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Perkembangan situasi geopolitik ini menjadi sorotan pasar dalam menilai prospek harga minyak ke depannya.