spot_img

Kepergok Transaksi Tak Wajar, Empat Saham Ini Masuk Pengawasan Ketat BEI!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi secara ketat perkembangan transaksi saham empat emiten pada Kamis (4/6/2026). Perusahaan tersebut adalah PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Langkah ini diambil karena terjadi peningkatan dan penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Meski begitu, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Bursa mencatat saham VISI mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), harga VISI naik 13,81% atau bertambah Rp125 menjadi Rp1.030 per saham. Volume transaksi saham ini mencapai 24,1 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp3,16 triliun.

Sebaliknya, tiga saham lainnya justru mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Saham TRUE merosot 14,12% atau turun Rp12 ke posisi Rp73 per saham. Volume perdagangan TRUE tercatat sebanyak 98,5 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp552,69 miliar.

Saham ARCI juga anjlok 13,19% ke harga Rp1.020 per saham dengan volume transaksi 87,1 juta saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar ARCI berada di angka Rp25,73 triliun. Sementara itu, saham NSSS turun 6,90% menjadi Rp432 per saham dengan volume perdagangan 3,6 juta saham. Kapitalisasi pasar NSSS mencapai Rp10,28 triliun.

P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menyampaikan, Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut. Endra meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa.

“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan transaksi saham ini,” kata Endra dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (4/6/2026).

Para investor juga diharapkan mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya. Investor perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan jika rencana tersebut belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. mengingatkan investor untuk selalu waspada. Pande meminta investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Informasi terbaru dari VISI dan TRUE adalah rencana penyelenggaraan public expose tahunan pada akhir Mei 2026. Untuk NSSS, informasi terakhir mengenai laporan kepemilikan saham pada 2 Juni 2026. Sedangkan ARCI terakhir memberikan penjelasan atas permintaan bursa pada 29 Mei 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MNC Kapital (BCAP) Siap Lunasi Pokok Obligasi III/2023 Seri B Rp83,555 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP)...

Makin Tergerus, IHSG Pagi Ini Turun Lagi 1,47% ke 5.853,890 Dipicu Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Makin tergerus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru