Jumat, Juli 19, 2024
28.4 C
Jakarta

KRAS Tandatangani Perjanjian Jual Beli Saham dengan TPIA Rp3,24 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Shares Sale and Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada Jumat, (30/12/2022). Hal ini diikuti dengan penandatanganan Perjanjian Shareholders Agreement (SHA) pada Selasa (3/1/2023).

Kedua perjanjian tersebut tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama KSI, Agus Nizar Vidiansyah dan Presiden Direktur TPIA, Erwin Ciputra dan disaksikan oleh Direktur Utama KRAS Silmy Karim.

Agus menyampaikan, penandatanganan CSPA dan SHA tersebut merupakan rangkaian dari proses divestasi saham KSI pada anak perusahaan, yaitu PT Krakatau Daya Listrik (KDL) dan PT Krakatau Tirta Industri (KTI).

Dalam CSPA disepakati rencana pembelian saham KSI di KDL oleh TPIA sebesar 70% dan saham KSI di KTI oleh TPIA sebesar 49% dengan nilai total sebesar Rp3,24 triliun.

Proses divestasi ini dilakukan dengan didampingi oleh Jaksa Pengacara Negara dari Tim Jamdatun dan konsultan independen untuk memastikan proses divestasi sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik.

“Pembelian saham tersebut akan dilakukan setelah masingmasing pihak baik KSI maupun TPIA telah memenuhi kondisi prasyarat sesuai dengan yang telah disepakati dalam CSPA. Sedangkan penandatanganan SHA merupakan salah satu dari beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi dalam CSPA. Oleh karenanya SHA tersebut belum menjadi efektif saat ini dan baru akan efektif setelah seluruh prasyarat telah terpenuhi, yaitu pada tanggal penutupan nanti,” jelas Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan, proses divestasi anak usaha KSI selain dilakukan untuk keperluan pemenuhan kewajiban KRAS sesuai dengan Perjanjian Kredit Restrukturisasi dengan kreditur juga guna mewujudkan sinergi bisnis antara TPIA dan KS Grup.

Presiden Direktur TPIA, Erwin menyampaikan, TPIA sangat antusias untuk mengeksekusi strategi “programmatic M&A” untuk memposisikan TPIA pada pertumbuhan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

“Akuisisi “bolton” ini didukung dengan arus kas yang stabil dan tangguh serta dukungan dari bank untuk pendanaan TPIA. Strategi ini semakin meningkatkan fundamental bisnis kami dan membuka banyak sinergi menarik, antara lain untuk diversifikasi pendapatan dalam utilitas pendukung serta selaras dengan rencana ekspansi kompleks petrokimia kedua dan industri hilir berskala dunia,” ujar Erwin.

Erwin menambahkan, pihaknya berharap kerja sama antara TPIA dengan KSI maupun dengan KRAS Grup dapat terjalin lebih baik dan saling menguatkan pengembangan industri ke depannya.

Disamping itu, KDL saat ini tengah mengembangkan usaha dari energi terbarukan yang selaras dengan strategi TPIA dalam menerapkan transisi energi hijau. KDL belum lama ini meluncurkan brand yang akan menaungi produk energi terbarukan bernama ERICS (Empowering Renewable Energy of Indonesia with Krakatau Solution) yang selama tahun 2022 ini sudah meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah area di Cilegon, Banten, termasuk di area Waduk Kerenceng milik KTI.

TPIA saat ini juga mengimplementasikan transisi energi hijau sebagai bagian dari upaya Perusahaan dalam menerapkan peta jalan gas rumah kaca (GRK) serta untuk mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) serta Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (Visi Indonesia 2050 LTSLCCR). (

Artikel Terkait

Semester I 2024, Laba Malacca Trust Insurance Melonjak 285,73%

STOCKWATCH.I (JAKARTA) - PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk...

Melejit 1,34%, IHSG Naik Lagi Tembus 7.300

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

Melambung 1,02%, IHSG Sesi I Terangkat ke 7.298,247

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru