Jumat, Juli 19, 2024
28.4 C
Jakarta

Mirae Asset Optimistis Dana Kelolaan Industri Reksa Dana Tembus Rp1.000 Triliun pada 2027

 

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis industri reksa dana di Pasar Modal akan tumbuh pesat. Dana kelolaan industri reksa dana diperkirakan tumbuh menjadi Rp1.000 triliun dalam 3 tahun ke depan, bahkan lebih cepat lagi.

Menurut M. Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, ada dua faktor utama pendorong pertumbuhan industri reksa dana. Pertama adalah inovasi teknologi informasi (information technology/IT) dari pelaku pasar modal. Ini seiring dengan bertumbuhnya industri fintech. Adapaun factor kedua adalah kondisi masyarakat yang semakin melek teknologi selepas pandemi.

“Dengan inovasi IT, kami meyakini target industri reksa dana Rp1.000 triliun pada 2027 akan mudah tercapai, bahkan bisa lebih cepat lagi,” ujar Arief dalam Media Day by Mirae Asset, di Jakarta, Kamis (7/2/2023).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan dana kelolaan industri reksa dana Rp504 triliun tahun lalu. Itu antara lain berasal dari 2.120 produk reksa dana yang dikelola 96 manajer investasi sejak reksadana pertama di Indonesia terbit pada 1995. OJK menargetkan dana kelolaan itu tumbuh menjadi Rp1.000 triliun pada 2027.

Salah satu pendukung pertumbuhan industri reksa dana adalah agen penjual. Mirae Asset tercatat sebagai salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) berlisensi OJK yang memasarkan reksa dana terpilih dari sekitar 30 manajer investasi rekanan.

Arief menambahkan, Mirae Asset optimistis asset under administration (AUA) reksa dananya tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan industri yang mencatatkan pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) 10% dalam 10 tahun terakhir. Tahun lalu, AUA Mirae Asset tumbuh 100% dari Rp500 miliar menjadi Rp 1 triliun.

“Tahun ini kami optimistis pertumbuhan AUA dapat dua kali lebih tinggi dari pertumbuhan tahunan industri mengingat dana kelolaan industri reksa dana justru turun tahun lalu. Kami meyakini pertumbuhan tersebut dapat tercapai karena dukungan dua keunggulan, yaitu segmen ritel dan inovasi digital Mirae Asset.”

Dia menjelaskan bahwa dukungan dari inovasi digital Mirae Asset memungkinkan tersedianya aplikasi NAVI untuk investor ritel dan NAVI Corporate melalui situs https://fundcorporate.miraeasset.co.id/ untuk investor korporasi dan institusi.

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, dia juga menyarankan investor untuk menggunakan strategi alokasi aset (asset allocation) menghadapi masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan, baik nasabah retail maupun korporasi.

Salah satu tujuan menggunakan strategi asset allocation adalah membagi investasi ke dalam beberapa instrumen yang berbeda sehingga mendapatkan manfaat diversifikasi risiko yang lebih baik. Salah satu instrumen yang lebih stabil ketika ekonomi global sedang berada pada tren pengetatan kebijakan moneter adalah reksa dana pasar uang.

Arief mengatakan, keunggulan reksa dana pasar uang dibanding instrumen pasar uang lain adalah adanya insentif pajak, tidak ada fee beli-jual, portofolio yang terdiversifikasi, likuid karena penarikan dana bisa setiap waktu, dan nilai minimal investasi yang rendah. Di dalam reksa dana pasar uang, ada instrumen tabungan, deposito, dan efek utang bertenor kurang dari 1 tahun.

Untuk nasabah korporasi dan institusi, lanjutnya, Mirae Asset memiliki NAVI Corporate sebagai solusi manajemen keuangan (cash management) dengan fitur-fitur unggulan. Fitur tersebut seperti pembukaan akun online (online opening account), pembelian online (online subscription), layanan micro webinar, market update rutin dari tim riset, dan pendampingan oleh relationship manager yang didukung mutual fund counsellor.

“Saat ini kami sangat sarankan investor korporasi dan institusi agar melakukan asset allocation sebagian besar portofolionya ke dalam reksa dana pasar uang.”

Artikel Terkait

Semester I 2024, Laba Malacca Trust Insurance Melonjak 285,73%

STOCKWATCH.I (JAKARTA) - PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk...

Melejit 1,34%, IHSG Naik Lagi Tembus 7.300

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

Melambung 1,02%, IHSG Sesi I Terangkat ke 7.298,247

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru