spot_img

Pasar Asia-Pasifik Ditutup Variatif, Investor Pantau Tekanan Saham Teknologi dan Kebijakan Bank Sentral Jepang

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik berakhir beragam pada penutupan perdagangan Rabu sore (19/3/2025) waktu setempat. Investor masih mencermati dampak penurunan saham teknologi di Wall Street serta kebijakan suku bunga bank sentral Jepang.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,25% dan berakhir di level 37.751,88. Sementara itu, Topix naik 0,45% ke 2.795,96. Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 0,5%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kebijakan ini diambil sambil mempertimbangkan dampak tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,62% ke 2.628,62, tetapi indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, turun 0,96% ke 738,35.

Di China, indeks CSI 300 stagnan di 4.010,17, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak mendatar menjelang penutupan perdagangan.

Di India, indeks Nifty 50 naik 0,39%, sedangkan BSE Sensex menguat 0,28%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,41% dan ditutup di 7.828,30.

Di tengah ketidakpastian pasar, harga emas terus menanjak. Logam mulia ini mencetak rekor baru dengan diperdagangkan di level US$3.039,12 pada pukul 15.45 waktu Singapura.

Investor global masih menunggu keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat. Bursa saham AS sebelumnya mengalami aksi jual besar setelah dua hari reli.

Pada perdagangan Selasa (18/3), Dow Jones Industrial Average turun 260,32 poin atau 0,62% menjadi 41.581,31. Indeks S&P 500 melemah 1,07% ke 5.614,66, mendekati level koreksi setelah turun 8,6% dari posisi tertingginya pada Februari lalu. Nasdaq Composite terperosok 1,71% dan berakhir di 17.504,12.

Saham teknologi menjadi sektor yang paling tertekan. Tesla anjlok lebih dari 5% setelah RBC Capital Markets memangkas target harga sahamnya akibat meningkatnya persaingan di industri kendaraan listrik. Saham Palantir dan Nvidia juga turun hampir 4% dan lebih dari 3%.

Saat ini, investor masih berhati-hati menghadapi keputusan The Fed yang dapat menentukan arah pasar ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Rontok Imbas Trump Blokade Iran, Saham Teknologi Berguguran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Berakhir Mendatar, Aksi Jual Saham Teknologi Bebani Stoxx 600

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi cenderung...

Bursa Asia Bervariasi: Kospi Anjlok Terseret Saham SK Hynix yang Ambruk 15%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru