Sabtu, Juli 20, 2024
30.9 C
Jakarta

Semester I 2022, Penjualan Alat Berat United Tractors Naik 111,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan alat berat Komatsu milik PT United Tractors Tbk (UNTR) mencapai 2.873 unit pada semester I 2022. Angka tersebut melesat 111,09% dibandingkan realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.361 unit.

Berdasarkan laporan operasional bulanan yang dipublikasikan, Selasa (26/7), pangsa pasar atau market share Komatsu per Juni 2022 sebesar 28%.

Menurut Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR, kenaikan penjualan didorong oleh permintaan dari sektor pertambangan dan konstruksi.

Berdasarkan laporan operasional, penjualan masih didominasi oleh sektor pertambangan, yakni mencapai 61% dari total penjualan, disusul oleh sektor konstruksi sebesar 18%. Selanjutnya, penjualan ke sektor kehutanan sebesar 12% dan sektor agribisnis sekitar 9% dari total penjualan.

Pada bulan Juni 2022 saja, UNTR menjual 473 alat berat. Jumlah ini naik sekitar 40% dari penjualan pada Mei 2022 sebesar 338 unit. Jika dibandingkan dengan penjualan di Juni 2021, realisasi ini melesat 66%, dimana pada periode yang sama tahun lalu, penjualan Komatsu hanya 285 unit.

Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini telah menaikkan proyeksi angka penjualan Komatsu menjadi 4.800 unit pada 2022, dari sebelumnya 3.700 unit. “Revisi naik target ini berdasarkan hasil diskusi kami dengan prinsipal,” katanya.

Penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2.873 unit hingga akhir Juni 2022 itu menujukkan UNTR telah merealisasikan 59,85% dari target sebanyak 4.800 unit alat berat.

Di sisi lain, dalam laporan bulanan tersebut juga terungkap, volume produksi batubara UNTR dari lini usaha PT Pamapersada Nusantara (PAMA) turun 13,10% menjadi 50,4 juta ton, dari periode yang sama 2021 sebanyak 58 juta ton.

Pada periode tersebut, PAMA mencatatkan volume pengupasan lapisan penutup atau overburden (OB) removal sebanyak 436,5 juta bank meter cubic (bcm). Realisasi ini tumbuh 6,57%, dari volume OB pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 409,6 juta bcm.

Sementara volume penjualan batubara dari PT Tuah Turangga Agung (TTA) tergerus 7,56% pada periode Januari – Juni 2022, dari 6,283 juta ton menjadi 5,808 juta ton.

Pada bulan Juni 2022, volume penjualan batubara TTA mencapai 666 ton. Ini terdiri dari 583 ton thermal coal dan 83 ton metallurgical coal. Jika dibandingkan di bulan Juni 2021, volume penjualan batubara TTA turun 16,96%, dari 802 ton. Penjualan itu terdiri dari 646 ton thermal coal dan 256 ton metallurgical coal.

Hal yang sama juga terjadi pada penjualan emas. Volume penjualan emas UNTR selama periode Januari – Juni 2022 mencapai 143.776 (gold equivalent ounces/GEOs), turun 18,17%, dari 175.713 GEOs pada periode yang sama tahun 2021.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru