spot_img

Wall Street Ditutup Beragam, Tapi Investor Masih Cuan!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengakhiri pekan kemarin dengan hasil yang beragam. Pada penutupan perdagangan Jumat(13/2/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (14/2/2025) WIB, Indeks S&P 500 nyaris tak bergerak, setelah reli kuat sepanjang pekan. Investor mencermati perkembangan terbaru soal perdagangan global dan inflasi.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, turun 165,35 poin atau 0,37% menjadi 44.546,08. Indeks S&P 500 (SPX) hampir tak berubah, turun tipis 0,44 poin atau 0,01% mencapai level 6.114,63. Sebaliknya, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, justru naik 81,13 poin atau 0,41% menuju posisi 20.026,77.

Meski bervariasi di akhir pekan, ketiga indeks utama tetap membukukan kenaikan mingguan. S&P 500 naik sekitar 1,5%, Dow Jones bertambah 0,6%, dan Nasdaq melesat 2,6%.

Pasar sempat bergairah setelah kepastian soal kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Inflasi juga terlihat lebih jinak dibanding perkiraan awal. Sentimen positif ini membuat investor mengabaikan data penjualan ritel Januari yang anjlok 0,9%, jauh lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,2%.

Kenaikan besar minggu ini terjadi setelah Trump menandatangani memorandum yang mengatur kebijakan tarif baru, bukan langsung menerapkan bea masuk tambahan. Hal ini memberikan kejelasan bagi pelaku pasar.

Laporan indeks harga produsen dan konsumen pekan ini juga memberi sinyal inflasi yang lebih terkendali. Data ini menjadi pertimbangan penting bagi The Fed yang menggunakan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) sebagai acuan utama dalam menentukan kebijakan moneter.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terus melemah dan turun hampir 5 basis poin ke 4,478% pada Jumat. Penurunan ini mendorong harga saham karena korelasi antara imbal hasil obligasi dan pasar ekuitas.

Menurut Matt Stucky, Chief Portfolio Manager Northwestern Mutual Wealth Management, inflasi dan ekonomi tampaknya tidak terlalu panas sehingga menekan suku bunga. Kondisi ini membantu memperluas reli saham dan mengangkat harga aset secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, Wall Street masih bertahan dalam tren positif meski ada beberapa tekanan di akhir pekan. Investor kini bersiap menanti data inflasi PCE yang bakal dirilis akhir bulan ini untuk petunjuk arah kebijakan The Fed selanjutnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS-Iran Sepakati Nota Kesepahaman Akhiri Perang, Selat Hormuz Dijadwalkan Dibuka Kembali

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) Pasar keuangan global merespons positif kesepakatan awal...

AS – Iran Capai Kesepakatan Awal, Wapres JD Vance Sebut Masih Banyak Detail yang Harus Dirampungkan

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance,...

Saham Eropa Tertinggal 7% dari Pasar Global, Goldman Sachs Ungkap 3 Penyebab Utamanya

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Kinerja bursa saham Eropa sedang lesu...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru