STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan laba periode berjalan sebesar USD 1,06 juta pada semester I 2026. Perolehan ini merosot 81,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD 5,86 juta.
Laporan keuangan konsolidasi per Juni 2026 menunjukkan pendapatan OKAS tetap stabil di angka USD 76,33 juta. Nilai ini tumbuh tipis 0,33% dari USD 76,08 juta pada semester I 2025.
Bisnis bahan kimia dan peledak pertambangan menjadi tulang punggung dengan kontribusi 95% terhadap total pendapatan. Secara rinci, sektor manufaktur dan perdagangan menyumbang USD 47,34 juta atau 62%. Bisnis solusi peledakan berkontribusi USD 25 juta (33%), meningkat 11% dibandingkan tahun lalu. Sisanya berasal dari bisnis lainnya senilai USD 3,98 juta.
Penurunan laba bersih OKAS dipengaruhi oleh peningkatan sejumlah beban. Beban pokok penjualan naik menjadi USD 57,39 juta dari sebelumnya USD 53,45 juta. Kondisi ini membuat laba bruto turun menjadi USD 18,94 juta dibanding USD 22,63 juta pada semester I 2025.
Selain itu, beban operasi membengkak menjadi USD 15,06 juta dari USD 12,24 juta. Akibatnya, laba operasi Perseroan tergerus menjadi USD 3,88 juta dari posisi USD 10,39 juta pada periode tahun sebelumnya. EBITDA Perseroan juga terkoreksi menjadi USD 10,51 juta dari USD 15,20 juta.
Direktur Utama OKAS, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan menyatakan pendapatan perusahaan mencerminkan permintaan yang solid di bisnis inti. “Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar USD 76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi Senin (27/7/2026).
Ale menambahkan Perseroan terus menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh. “Perseroan juga membukukan Laba Bruto sebesar USD 18,94 juta dan EBITDA sebesar USD 10,51 juta, yang masing-masing meningkat 40% dan 96% secara kuartalan (Quarter-on-Quarter),” katanya.
Dari sisi neraca keuangan, total aset OKAS per 30 Juni 2026 mencapai USD 157,63 juta. Posisi kas dan setara kas tercatat sebesar USD 7,52 juta atau 5% dari total aset.
Jumlah liabilitas Perseroan mencapai USD 100,8 juta. Nilai ini terdiri atas liabilitas jangka pendek USD 61,79 juta dan liabilitas jangka panjang USD 39,01 juta. Adapun total ekuitas perusahaan berada di angka USD 56,84 juta.
Beberapa rasio keuangan penting OKAS menunjukkan profil risiko yang terjaga. Rasio Net Gearing tercatat sebesar 0,57x dengan Rasio Lancar (Current Ratio) 1,29x. Sementara itu, Return on Asset (ROA) berada di level 2,0% dan Return on Equity (ROE) sebesar 5,8%.
Ke depan, Ale optimis dengan prospek pertumbuhan hingga akhir 2026. Hal ini didukung rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) industri pertambangan. OKAS juga tengah memperkuat rantai nilai melalui rencana pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur, yang ditargetkan beroperasi pada 2027

