STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Tidak ada pemicu besar yang mampu menahan tekanan jual.
Mengutip CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan turun tajam 2,37% ke level 4.121,74 setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Sementara indeks kecil Kosdaq justru menguat 1,31% ke 926,57.
Sebelumnya, Kospi sempat mencatat penguatan dalam 12 dari 15 sesi terakhir, didorong oleh euforia saham-saham AI global dan reformasi struktural dalam negeri yang mulai menghapus “Korea discount”.
Namun, tekanan jual kembali muncul di tengah rencana pemerintah Korea Selatan yang ingin melipatgandakan investasi di sektor kecerdasan buatan. Presiden Lee Jae Myung mengatakan anggaran sebesar 10,1 triliun won atau sekitar US$7 miliar telah disiapkan untuk transformasi AI pada 2026.
Lee menegaskan anggaran ini tiga kali lipat lebih besar dari 3,3 triliun won yang dialokasikan tahun ini dan akan membantu Korea Selatan menjadi salah satu dari tiga kekuatan AI terbesar di dunia.
Dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 1,74% ke 51.497,2, sementara indeks Topix turun 0,65% ke 3.310,14. Pasar Hong Kong juga melemah, dengan Hang Seng Index turun 0,79% ke 25.952,4. Di China daratan, indeks CSI 300 terkoreksi 0,75% ke 4.618,70.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,91% ke level 8.813,7 setelah Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di 3,6%. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran inflasi yang masih tinggi.
Sementara itu, di India, indeks Nifty 50 turun 0,64% ke 25.597,65.
