Terbitkan Obligasi & Sukuk Jumbo Rp5,62 Triliun, MBMA Alokasikan Mayoritas Dana untuk Bayar Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menggelar penawaran umum obligasi dan sukuk dengan nilai total Rp5,62 triliun. Aksi korporasi ini terdiri atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp5 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp622,12 miliar.

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 4-5 Mei 2026. Perseroan menargetkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Mei 2026.

Obligasi Rp5 triliun terbagi dalam tiga seri. Seri A senilai Rp2,53 triliun menawarkan tingkat bunga tetap 7,5% per tahun dengan tenor 367 hari. Seri B sebesar Rp1,78 triliun memiliki bunga 9% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun. Seri C senilai Rp678,53 miliar menawarkan bunga 9,25% per tahun untuk tenor lima tahun.

Sementara itu, sukuk mudharabah senilai Rp622,12 miliar terdiri atas dua seri. Seri A sebesar Rp522,12 miliar memiliki indikasi bagi hasil setara 9% per tahun dengan tenor tiga tahun. Seri B senilai Rp100 miliar menawarkan indikasi bagi hasil setara 9,25% per tahun dengan jangka waktu lima tahun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA (Single A) untuk obligasi MBMA. Untuk sukuk mudharabah, Pefindo memberikan peringkat idA(sy) (Single A Syariah).

Manajemen MBMA akan menggunakan dana hasil emisi obligasi untuk membayar utang. Sekitar USD 150 juta atau setara Rp2,57 triliun dialokasikan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang Fasilitas B kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Perseroan juga mengalokasikan Rp1,15 triliun dan Rp984,1 miliar untuk mendanai pelunasan pokok obligasi berkelanjutan tahap sebelumnya yang jatuh tempo pada 2026. Sisa dana bakal digunakan sebagai modal kerja, termasuk biaya karyawan dan biaya operasional.

Adapun dana sukuk mudharabah sekitar Rp213,3 miliar akan digunakan untuk pembayaran kewajiban sukuk tahap I seri A yang jatuh tempo Juli 2026. Sisanya untuk keperluan korporasi umum lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, MBMA mencatatkan total aset sebesar USD 3,73 miliar. Pendapatan usaha perseroan mencapai USD 1,43 miliar dengan perolehan laba tahun berjalan USD 100,51 juta.

“Perseroan melakukan pembayaran dipercepat atas pinjaman Fasilitas B untuk seluruh pokok utang, sehingga saldo kewajiban Perseroan menjadi nihil,” tulis Teddy Nuryanto Oetomo, Presiden Direktur MBMA dan Anthony Kartono Tan, Direktur MBMA dalam prospektus ringkas di Jakarta, dikutip Kamis (23/4/2026).

Dalam penerbitan ini, MBMA menunjuk tujuh penjamin pelaksana emisi. Antara lain PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia. Selain itu terdapat PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bukan Cuma Bagi Dividen Rp52,1 Triliun, BRI Pede Punya Modal Kuat Genjot Kredit di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Pendapatan Naik 54,8%, BUMN Karya Ini Sukses Pangkas Rugi Bersih 45,59% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)...

Hasil RUPO: WIKA Kantongi Restu Tunda Bayar Bunga dan Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru