STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026). Investor tetap waspada meski ada kabar perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga minggu. Risiko geopolitik yang masih membayangi menjadi alasan utama sikap hati-hati para pelaku pasar.
Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 0,97% ke posisi 59.716,18. Namun, indeks Topix ditutup relatif datar di level 3.716,59. Pergerakan ini terjadi saat inflasi inti Jepang naik menjadi 1,8% pada Maret. Perang Iran memicu kekhawatiran kenaikan biaya energi di negara tersebut.
Data pemerintah menunjukkan angka inflasi ini sejalan dengan perkiraan para ekonom. Angka tersebut lebih tinggi dari capaian Februari sebesar 1,6%. Sektor energi menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga.
Bursa Korea Selatan menunjukkan performa beragam. Indeks Kospi berakhir stagnan di level 6.475,63. Sebaliknya, indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil melonjak 2,51% ke posisi 1.203,84.
Sentimen pasar sedikit tertolong oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menyebut Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata usai pertemuan di Gedung Putih. Trump mengungkapkan hasil pertemuan tersebut melalui akun Truth Social miliknya.
“Pertemuan itu berjalan sangat baik!” tulis Trump dalam unggahannya.
Gencatan senjata yang semula hanya berlaku 10 hari kini diperpanjang. Washington juga berjanji membantu Lebanon memperkuat pertahanannya. Langkah ini diharapkan memberi waktu lebih bagi upaya diplomasi di Timur Tengah.
Kabar ini turut memengaruhi pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent naik 0,82% menjadi USD 105,93 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,51% ke posisi USD 96,34 per barel.
Di wilayah lain, bursa China dan Hong Kong berakhir di zona merah. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,16% ke level 25.978,07. Indeks CSI 300 di China daratan juga melemah 0,35% menjadi 4.769,37. Indeks Shanghai terkoreksi 0,33% ke posisi 4.079,90.
Bursa Australia mencatatkan penurunan tipis. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,08% ke level 8.786,5. Di India, indeks Nifty 50 merosot cukup tajam sebesar 1,14% ke posisi 23.897,95.
Pergerakan bursa Asia ini mengikuti pelemahan Wall Street pada Kamis malam. Bursa AS terkoreksi akibat penurunan saham perangkat lunak dan kenaikan harga minyak. Investor masih mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari perang Iran terhadap pasar global.
