spot_img

Incar Cuan di Tengah Gejolak Global? Ini 3 Saham Dividen Rekomendasi Analis Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK)– Pasar saham global masih bergerak naik turun. Hal ini terjadi karena ketidakpastian di Timur Tengah dan fokus investor pada saham kecerdasan buatan (AI).

Investor yang mencari penghasilan tetap bisa memperkuat portofolio mereka. Caranya dengan menambah saham dividen yang memberikan imbal hasil menarik.

Mengutip CNBC International, analis top Wall Street membantu memilih saham yang membayar dividen rutin. Saham-saham ini juga punya potensi kenaikan harga untuk menambah keuntungan total investor.

Berikut adalah tiga saham pembayar dividen pilihan para ahli Wall Street berdasarkan data TipRanks.

  1. Viper Energy (VNOM)

Viper Energy merupakan anak usaha Diamondback Energy. Perusahaan ini fokus memiliki kepentingan mineral dan royalti di Permian Basin.

Untuk kuartal pertama tahun 2026, perusahaan mengumumkan dividen dasar USD 0,38 per saham. Mereka juga memberikan dividen variabel USD 0,30 per saham. Saat ini, VNOM menawarkan imbal hasil dividen sebesar 5%.

Scott Hanold, analis dari RBC Capital, memberikan peringkat beli untuk saham Viper Energy. Ia menetapkan target harga sebesar USD 58.

“Perusahaan ini diuntungkan karena skalanya, fokus utama di Permian, durasi inventaris, dan mitra operasi yang selaras,” ujar Hanold.

Hanold menyebut Viper sebagai operator terbaik di kelasnya. Skala besar di Permian Basin menjadi keunggulannya. Campuran produksi cairan sebesar 75% juga memberi keuntungan saat harga minyak kuat.

Hanold memperkirakan umur cadangan Viper mencapai 15 hingga 20 tahun. Hubungan dengan Diamondback Energy yang memiliki 39% saham juga memberi keuntungan besar. Hubungan ini memberikan kepastian produksi dan arus kas yang stabil.

  1. Permian Resources (PR)

Hanold juga merekomendasikan saham Permian Resources. Ia memberikan peringkat beli dengan target harga USD 27.

Permian Resources mengumumkan dividen dasar USD 0,16 per saham untuk kuartal kedua tahun 2026. Saham PR menawarkan imbal hasil dividen sebesar 3,2%.

Perusahaan ini baru saja membeli lahan di New Mexico Delaware Basin senilai USD 152 juta. Pembelian ini menambah 50 hingga 60 lokasi pengeboran baru. Hanold mencatat pengeluaran ini setara dengan hampir satu kuartal kegiatan pengeboran.

Hanold memperkirakan saham PR akan tampil lebih baik dari pesaingnya dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan diprediksi menghasilkan arus kas bebas yang tinggi untuk mendukung strategi pengembalian dana kepada pemegang saham.

“Perusahaan memiliki posisi lahan yang luas dan bersambung di inti Delaware Permian selatan dan utara dengan inventaris 12-15 tahun,” kata Hanold.

  1. Chevron (CVX)

Raksasa minyak Chevron turut menjadi pilihan. Perusahaan mengembalikan uang tunai USD 6 miliar kepada pemegang saham pada kuartal pertama. Jumlah ini terdiri dari pembelian kembali saham USD 2,5 miliar dan dividen USD 3,5 miliar.

Dividen kuartalan Chevron sebesar USD 1,78 per saham. Ini memberikan imbal hasil dividen sebesar 3,8%.

Nitin Kumar, analis Mizuho, menegaskan kembali peringkat beli untuk Chevron. Ia menetapkan target harga sebesar USD 230.

Kumar menaikkan proyeksi harga minyak tahun 2026 dan 2027. Ia memperkirakan konflik Amerika Serikat-Iran akan berdampak lama pada harga minyak.

Menurut Kumar, fokus utama Chevron saat ini sangat menarik bagi investor. Manajemen mulai beralih dari sekadar mengejar pertumbuhan.

“Fokus manajemen telah bergeser dari pengeluaran pertumbuhan menjadi memaksimalkan arus kas bebas,” jelas Kumar.

Peningkatan produktivitas sumur di Permian Basin meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, akuisisi Hess menambah aset laut dalam yang berkualitas tinggi. Chevron juga melakukan investasi pada bisnis litium dan listrik. Perusahaan memiliki catatan kuat dalam memberikan keuntungan tunai bagi pemegang saham

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Berjatuhan Usai Serangan Iran ke Israel, Fokus Investor Terbagi ke IPO SpaceX

STOCKWATCH.ID (NEW YORK)– Pasar saham Amerika Serikat sedang mengalami guncangan....

Imbas Laporan Broadcom, Saham Chip Rontok Serempak dan Pukul Telak Bursa Eropa

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru