spot_img

Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Harga Emas Terperosok di Tengah Perang Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan Jumat (5/6/2026) waktu setempat atau Sabtu (7/6/2026) WIB. Penurunan ini terjadi setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) muncul lebih kuat dari perkiraan. Kondisi tersebut memperkuat dugaan Bank Sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 2,2% ke posisi USD 4.375,19 per ons troi. Sepanjang minggu ini, harga emas sudah anjlok sekitar 3,6%. Emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga jatuh 2,2% menjadi USD 4.405,10 per ons troi.

Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS mencatat kenaikan 172.000 lapangan kerja pada Mei. Angka ini jauh di atas perkiraan jajak pendapat Reuters yang hanya memprediksi 85.000 lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran AS tetap stabil pada angka 4,3%.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, memberikan penjelasannya. Ia menyebut angka penggajian masuk jauh lebih besar dari yang diharapkan.

“Mengingat kita terus menghadapi perang di Iran serta harga energi dan tekanan inflasi yang sangat besar, sangat tidak mungkin Fed dalam suasana hati apa pun untuk menurunkan suku bunga,” ujar Melek. Ia menambahkan biaya penyimpanan emas kini menjadi cukup tinggi.

Imbal hasil obligasi AS melonjak segera setelah data pekerjaan rilis. Hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga. Harga minyak mentah Brent juga berada dalam jalur kenaikan mingguan.

Nilai emas telah turun lebih dari 16% sejak perang yang didukung AS dengan Iran dimulai akhir Februari. Konflik ini memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi serta kenaikan suku bunga. Meskipun emas dianggap sebagai pelindung inflasi, suku bunga tinggi cenderung menekan harga logam ini.

Pasar kini memperkirakan peluang 68% kenaikan suku bunga Fed pada Desember. Angka ini naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 50% sebelum data pekerjaan keluar. Di sisi lain, permintaan emas di India terpantau lesu dan premi di China mulai menurun.

Penurunan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot jatuh 5,8% ke level USD 69,50 per ons troi. Platinum turun 3% menjadi USD 1.842,70 per ons troi. Sementara itu, harga paladium merosot 1,6% ke posisi USD 1.299,25 per ons troi. Ketiga logam tersebut ikut menuju kerugian mingguan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OPEC+ Kembali Kerek Produksi, Harga Minyak Dunia Merosot 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2% pada...

Harapan Damai di Timur Tengah Bersemi, Harga Emas Dunia Mulai Mendaki

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak penguatan...

Trump Enggan Lanjutkan Perang dengan Iran, Harga Minyak Dunia Melandai 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 3%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru