STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Patrick Rudolf Dannacher, salah seorang Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menambah porsi kepemilikan atau investasi dengan memborong 3.763.200 saham perusahaan jasa keamanan siber tersebut pada tanggal 2 dan 3 Juni 2026.
Transaksi tersebut dilakukan Patrick Rudolf Dannacher sebanyak 15 kali. Pertama, Patrick membeli sebanyak 290 ribu pada harga Rp610 per unit, dan kedua sebanyak 379.000 unit di harga Rp605 per unit. Selanjutnya, pembelian ketiga sebanyak 625.100 unit di harga Rp600 per unit, lalu sebanyak 26.900 unit di harga Rp595 per unit, serta 39.500 lembar pada harga Rp590 per unit.
Keenam, Patrick memborong 80.000 unit seharga Rp615 per unit, ketujuh sebanyak 35.000 unit di haraga Rp595, kedelapan sebanyak 12.200 per lembar di harga Rp580 per unit, kesembilan sebanyak 430.600 unit seharga Rp575per unit, dan kesepuluh sebanyak 434.600 unit pada harga Rp570 per lembar.
Adapun transaksi kesebelas sebanyak 274.800 per unit pada harga Rp565 per unit, pembelian kedua belas sejumlah 60.q00 unit seharga Rp590 per unit, ketigabelas sebanyak 95.000 unit di harga Rp605 per unit, keempatbelas sejumlah 25.000 pada harga Rp600 dan sebanyak 35.000 unit di harga Rp595 per unit.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 8 Juni 2026, Patrick Rudolf membeli saham CYBR untuk menambah investasi dengan kepemilikan langsung atas saham tersebut.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Patrick Rudolf Dannacher atas saham CYBR meningkat jadi 246.791.422 unit atau setara 3,666%. Adapun sebelum transaksi, Patrick menggenggam sebanyak 243.028.222 unit atau 3,61% saham.
Pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Senin 8 Juni 2026, saham CYBR tercatat turun 1,82% jadi Rp540 per unit, dibanding dibanding sehari sebelumnya di Rp550. Selama sepekan, saham CYBR turun sebesar 5,98%. Jika dibandingkan antara harga 5 Mei 2026 sebesar Rp652 terhadap penutupan 5 Juni 2026, maka saham emiten jasa keamanan siber ini merosot 15,64%. (konrad)

