spot_img

Harga Emas Dunia Kembali Menguat Jelang Rapat The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (24/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (25/7/2026) WIB. Kenaikan ini terjadi seiring penurunan harga minyak mentah Brent yang kembali ke bawah level 100 USD per barel. Fokus investor kini tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi sebelum rapat suku bunga Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,3% menjadi 4,060.47 USD per ons troi. Harga logam mulia ini sempat turun sekitar 2% pada sesi perdagangan sebelumnya. Aksi beli saat harga rendah (dip-buying) berhasil mendorong harga emas naik lebih dari 1% dalam sepekan terakhir.

Adapun harga kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga mengalami penguatan. Emas berjangka tersebut ditutup naik 0,3% ke posisi 4,061.70 USD per ons troi.

Penurunan harga emas sebelumnya terhenti setelah harga minyak mentah Brent jatuh hampir 4%. Sebelumnya, Brent sempat menetap di atas 100 USD per barel akibat serangan kelompok Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat melonjak tajam.

Tai Wong, seorang pedagang logam independen, memberikan pandangannya mengenai pergerakan harga saat ini. Ia menilai emas dan perak sedang mencari titik keseimbangan baru.

“Emas dan perak sedang membentuk basis di sekitar 3,950 USD dan 55 USD, meskipun imbal hasil terus meninggi. Meskipun pergerakan stop-loss di bawah level itu tidak bisa dikesampingkan jika terjadi eskalasi perang yang tajam, emas terasa siap untuk bergerak lebih tinggi lagi … Fed yang jelas-jelas bertahan minggu depan akan membantu,” ujar Tai Wong.

Sejak perang yang melibatkan Iran pecah pada akhir Februari, harga emas batangan sudah turun sekitar 23%. Ekspektasi inflasi akibat perang mendorong asumsi suku bunga tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama. Suku bunga tinggi biasanya menekan emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar sekarang menanti hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve atau The Fed minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga. Data CME FedWatch Tool menunjukkan peluang 80% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan September.

Analis dari ING menyebut penguatan emas belakangan ini lebih banyak didorong oleh aksi borong investor di harga rendah. Namun, mereka mengingatkan adanya faktor penghambat kenaikan harga lebih lanjut.

“Kekuatan emas baru-baru ini tampaknya didorong oleh aksi beli saat harga turun dan penutupan posisi jual. Ini mengikuti koreksi tajam dari rekor tertinggi awal tahun ini… Harga minyak yang tinggi dan imbal hasil yang meningkat kemungkinan akan membatasi pemulihan, menjadikan 4,000 USD sebagai level kunci jangka pendek yang harus diperhatikan,” tulis para analis ING.

Tren positif ini juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot tercatat melonjak 1,2% ke posisi 58.38 USD per ons troi. Perak terus mendapatkan dukungan dari minat investasi investor global di tengah ketidakpastian.

Kondisi berbeda dialami oleh logam industri lainnya. Harga platinum spot merosot 0,5% ke level 1,592.12 USD per ons troi. Sementara itu, harga paladium turun 0,7% menjadi 1,248.02 USD per ons troi pada akhir perdagangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ada Upaya Damai Pakistan, Harga Minyak Dunia Merosot Hingga 4%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot hingga 4%...

S&P 500 Futures Stagnan, Investor Berusaha Bangkit Pasca Tekanan Harga Minyak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P...

Harga Emas Dunia Merosot 2%, Tertekan Lonjakan Minyak dan Kekhawatiran Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru