STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wahana Inti Selaras (WISL) menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp173,42 miliar. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan I dengan target penghimpunan dana hingga Rp4 triliun.
Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 sebesar Rp1,5 triliun, Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar, dan Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp1,82658 triliun. Dengan penerbitan tahap IV, total dana yang telah dihimpun mencapai target Rp4 triliun.
Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026), terungkap, obligasi Tahap IV ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok dengan bunga tetap 8% per tahun. Obligasi memiliki tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 4 November 2026, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan pokok jatuh pada 14 Agustus 2027.
“Perseroan menjelaskan obligasi tersebut diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Seluruh obligasi juga akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tulis manajemen WISL.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan, dengan tingkat bunga tetap sebesar 8% per tahun dengan jangka waktu 370 Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi.
Disebutkan, dana hasil penawaran umum, setelah dikurangi biaya emisi, akan disalurkan kepada anak usaha, PT Indotruck Utama (ITU), dalam bentuk pinjaman tanpa jaminan.
Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan ITU untuk membayar sebagian pokok pinjaman bank yang sebelumnya dipakai sebagai modal kerja, termasuk pembayaran utang usaha dan pembiayaan persediaan.
Sebagian dana akan digunakan untuk melunasi fasilitas Account Payable Financing (APF) dari MUFG Bank Ltd. Nilai pokok pinjaman APF ITU per 30 Juni 2026 mencapai Rp525,997 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp172,672 miliar akan dibayarkan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi sehingga sisa pinjaman menjadi sekitar Rp353,325 miliar.
Manajemen Perseroan menegaskan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh Perseroan untuk menyalurkan dana kepada Perusahaan Anak yaitu ITU dalam bentuk pinjaman tanpa jaminan.
Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Emisi obligasi dijamin secara penuh (full commitment) oleh PT Indo Premier Sekuritas yang juga bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
Masa penawaran umum berlangsung pada 29-30 Juli 2026. Penjatahan dijadwalkan pada 31 Juli 2026, distribusi obligasi secara elektronik pada 4 Agustus 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 5 Agustus 2026.

