STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 31,9% secara year-on-year (YoY) pada semester pertama 2026. Perseroan meraup total pendapatan Rp589,9 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp447,1 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan interim per Juni 2026, laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp8,48 miliar. Jika dibandingkan dengan pencapaian semester I 2025 sebesar Rp18,56 miliar, angka ini mengalami penurunan sekitar 54,3%.
Pendorong utama pertumbuhan pendapatan berasal dari transaksi mobil bekas melalui Caroline.id. Lini bisnis ini menyumbang Rp493,4 miliar, melonjak 57,4% YoY dari posisi Rp313,4 miliar pada tahun lalu. Selain itu, bisnis lelang melalui JBA Indonesia memberikan kontribusi Rp98,4 miliar, diikuti unit bisnis pegadaian (MotoGadai) sebesar Rp1,3 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan ASLC ikut terkerek menjadi Rp470,93 miliar dari posisi Rp317,58 miliar di tahun sebelumnya. Beban umum dan administrasi juga tercatat naik menjadi Rp114,16 miliar. Meski demikian, manajemen berhasil melakukan efisiensi pada beban penjualan yang turun menjadi Rp5,14 miliar dari sebelumnya Rp7,86 miliar.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra mengungkapkan melalui kinerja Caroline.id tersebut, ASLC semakin menjadi automotive omnichannel marketplace utama di Indonesia.
“ASLC sekarang telah membentuk satu ekosistem bisnis kendaraan bekas berbasis platform online to offline yang solid baik pada lini bisnis Caroline.id maupun JBA. Terbukti pendapatan dari transaksi mobil bekas tetap meningkat signifikan hingga mencapai 57,4% YoY,” ujar Jany.
Menghadapi tantangan penurunan pasokan kendaraan dari perusahaan pembiayaan, ASLC melakukan langkah strategis dengan membentuk anak usaha baru. Emiten ini mendirikan PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI) untuk merambah bisnis lelang non-otomotif.
“Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang ASLC. Ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha ke bisnis lelang non-kendaraan,” imbuh Jany.
Dari sisi neraca keuangan, ASLC memiliki total aset Rp938,93 miliar per 30 Juni 2026. Angka ini tumbuh tipis 0,35% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp935,63 miliar. Adapun total liabilitas Perseroan tercatat Rp169,47 miliar dan total ekuitas mencapai Rp769,47 miliar.
Hingga akhir Juni 2026, kas dan setara kas Perseroan berada di posisi Rp260,41 miliar. Perseroan juga mencatatkan investasi surat berharga berupa Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp69,04 miliar sebagai bagian dari manajemen likuiditas.

