spot_img

CDIA Catat Pendapatan US$82,1 Juta, Laba Bersih Turun 74% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$82,1 juta, dan EBITDA sebesar US$31,6 juta pada enam bulan pertama 2026.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis logistik, energi, serta pengembangan infrastruktur yang terus dilakukan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

CDIA juga mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas serta surat berharga sebesar USD 658,7 juta per 30 Juni 2026. Sementara itu, rasio utang terhadap kapitalisasi tercatat sebesar 41%.

Posisi keuangan tersebut memberikan ruang bagi Perseroan untuk melanjutkan investasi pada berbagai proyek strategis sekaligus memperkuat sumber pendapatan berulang berbasis kontrak.

Pada semester I 2026, pendapatan bersih CDAI tumbuh 22,8% secara tahunan menjadi US$ 82,1 juta dari US$ 66,9 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan 80,2% menjadi USD 27 juta dibandingkan USD 15 juta pada semester I 2025.

Segmen energi juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan naik 5,4% menjadi USD 51,8 juta dari USD 49,1 juta. Sementara pendapatan segmen kepelabuhanan dan penyimpanan tercatat USD 2,5 juta.

Laba kotor CDIA meningkat 2,8% menjadi USD 19,6 juta. EBITDA naik 25,3% menjadi USD 31,6 juta dengan marjin EBITDA meningkat menjadi 38,5% dari sebelumnya 37,7%.

Namun, sayang, laba bersih Perseroan justru turun 74% menjadi US$19,3 juta pada semester I2026, anjlok 74% jiba dibandingkan US$74,4 juta pada semester I 2025.

Di sisi neraca, total aset CDI meningkat 10,9% menjadi USD 1,93 miliar. Total liabilitas naik 35,9% menjadi USD 826,3 juta, sedangkan ekuitas tercatat USD 1,11 miliar.

Utang berbunga meningkat jadi USD 768 juta dari USD 562,6 juta pada akhir 2025. Meski demikian, CDIA  masih memiliki posisi kas dan surat berharga yang kuat sebesar USD 658,7 juta.

Selama periode tersebut, CDIA merealisasikan belanja modal sebesar USD 94,2 juta untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan ekspansi bisnis.

Pada sektor logistik maritim, CDIA mencatat tonggak penting melalui pelayaran perdana dan sandar perdana kapal Novah, kapal logistik kimia cair berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Usuki Shipyard.

Kapal tersebut memperkuat layanan logistik maritim CDIA untuk rute domestik maupun internasional sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri.

Selain itu, CDIA juga memperluas bisnis logistik melalui investasi strategis senilai USD 90 juta untuk mengakuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada. Langkah ini memperluas kehadiran Perseroan di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.

Perseroan juga menginvestasikan USD15,5 juta untuk mengakuisisi 49% kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. Investasi tersebut membuka akses terhadap basis pelanggan yang lebih luas, arus kargo yang lebih beragam, serta potensi pendapatan dividen di masa depan.

Pada segmen kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani nota kesepahaman dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, serta layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.

Sementara itu, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Di sektor energi, CDIA terus memperluas portofolio infrastruktur berkelanjutan melalui pengembangan bisnis rendah karbon.

PT Chandra Waste Energy bersama mitra konsorsiumnya ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang. Penugasan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah.

Manajemen CDIA menegaskan fokus Perseroan ke depan tetap diarahkan pada penyelesaian proyek yang sedang berjalan, pengoperasian aset baru, peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta investasi yang selektif untuk memperkuat platform infrastruktur terintegrasi.

“Melalui pelaksanaan yang disiplin dan alokasi modal yang prudent, Perseroan berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tulis manajemen CDIA dalam keterangannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan ASLC Melonjak 31,9% Jadi Rp589,9 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC)...

Pendapatan Bukalapak (BUKA) Melesat 29% Jadi Rp3,99 Triliun, Namun Rugi Rp820 Miliar di Semester I-2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan pendapatan neto...

Obligasi ENRG Rp250 Miliar Resmi Melantai di BEI, Bunga 8,95% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru