STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak beragam pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026). Tekanan terbesar terjadi di Korea Selatan setelah aksi jual saham semikonduktor berlanjut di tengah kekhawatiran terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mengutip Investing, indeks acuan KOSPI Korea Selatan sempat memicu penghentian perdagangan selama 20 menit setelah Bursa Korea (Korea Exchange) mengaktifkan circuit breaker ketika indeks jatuh 8%. Ini menjadi hari kedua berturut-turut mekanisme tersebut diberlakukan.
KOSPI sebelumnya sempat merosot hingga 12% dan menyentuh level terendah sejak awal April. Meski sempat memangkas penurunan, indeks akhirnya ditutup melemah 5,98% ke level 5.663,24.
Aksi jual dipimpin saham-saham semikonduktor berkapitalisasi besar, terutama SK Hynix dan Samsung Electronics. Saham SK Hynix turun 9,61% setelah sebelumnya sempat anjlok hingga 20%. Penurunan terjadi meski perusahaan membukukan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah. Investor tetap khawatir terhadap tingginya valuasi saham serta keberlanjutan permintaan chip yang didorong tren AI. Sementara itu, saham Samsung Electronics melemah 5,23%. Tekanan juga meluas ke bursa Jepang dan Taiwan. Pelemahan tersebut mencerminkan aksi jual regional pada sektor semikonduktor.
Sentimen pasar tertekan setelah muncul laporan NVIDIA tengah mempertimbangkan pendanaan untuk proyek pusat data berskala besar yang dipimpin OpenAI. Investor menilai proyek tersebut membutuhkan belanja modal yang sangat besar sehingga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi AI. Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya persaingan industri chip setelah ChangXin Memory Technologies (CXMT) mencatat debut kuat di pasar serta laporan mengenai kemajuan China dalam pengembangan peralatan produksi semikonduktor domestik.
Meski demikian, analis menilai KOSPI masih berada di atas level tahun lalu setelah sebelumnya menikmati reli kuat yang ditopang optimisme terhadap saham-saham terkait AI. Investor kini menanti hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve serta laporan keuangan Microsoft dan Meta Platforms yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu Amerika Serikat. Kedua agenda tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah saham teknologi dan sentimen pasar global.
Di kawasan Asia lainnya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,49% ke level 61.434,19. Bursa Thailand juga melemah dengan indeks SET turun 1,21%. Sebaliknya, sejumlah bursa berhasil ditutup di zona hijau. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,96%, FTSE China 50 menguat 2,35%, Nifty 50 India bertambah 1,10%, S&P/ASX 200 Australia naik 1,01%, dan KLCI Malaysia menguat 0,18%. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,64% ke level 6.091,39.

