STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dan deficit cashflow guarantee dengan nilai maksimal US$2,09 juta atau sekitar Rp34,2 miliar untuk mendukung pembiayaan pembelian kapal LPG tanker oleh perusahaan patungannya, PT Pulau Kelapa Perkasa.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan, Rabu 29 Juli 2026, transaksi tersebut dilakukan pada 28 Juli 2026. Jaminan tersebut diberikan kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai syarat pencairan fasilitas pembiayaan senilai total US$4,65 juta atau sekitar Rp76 miliar kepada PT Pulau Kelapa Perkasa, Perusahaan patungan Perseroan dengan kepemilikan saham 45%.
Manajemen Wintermar menjelaskan, fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk membeli satu unit kapal LPG tanker. Langkah itu sejalan dengan strategi Perseroan untuk memperluas portofolio usaha ke sektor maritim yang terkait dengan bisnis inti perusahaan.
“Transaksi ini merupakan syarat pemberian fasilitas dari PT Bank Mandiri Tbk kepada PT Pulau Kelapa Perkasa senilai US$4.650.000 untuk pembelian 1 (satu) unit kapal LPG tanker, yang selaras dengan strategi Perseroan untuk melakukan diversifikasi ke sektor maritim terkait,” tulis manajemen WINS dalam keterbukaan informasi.
Manajemen Perseroan menegaskan, nilai jaminan yang diberikan hanya mencakup maksimal 45% dari total fasilitas pembiayaan yang diterima PT Pulau Kelapa Perkasa dari Bank Mandiri. Besaran tersebut sejalan dengan porsi kepemilikan saham Wintermar di perusahaan patungan.
Dari sisi hubungan afiliasi, transaksi ini melibatkan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan pengurusan perusahaan. Direktur Utama Wintermar juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pulau Kelapa Perkasa. Selain itu, terdapat satu direktur yang menjabat di kedua perusahaan.
Meski demikian, Manajemen Perseroan memastikan transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. “Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan semua informasi material telah diungkapkan dalam laporan ini, serta informasi tersebut tidak menyesatkan,” tulis manajemen Perseroan.

