spot_img

Laba Bersih Astra Agro (AALI) Melompat 56,9%, Tembus Rp1,14 Triliun di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat pertumbuhan kinerja mengesankan  pada paruh pertama 2026. Emiten perkebunan sawit Grup Astra ini mengantongi laba bersih Rp1,14 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut melonjak 56,91% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp727,09 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis Rabu (29/7/2026), pendapatan bersih AALI naik 5,62% menjadi Rp15,26 triliun. Pada periode Juni 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp14,45 triliun.

Penjualan minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya menjadi motor utama pendapatan senilai Rp13,61 triliun. Selain itu, produk inti sawit (PK) dan turunannya menyumbang Rp1,64 triliun, sedangkan pendapatan lain-lain tercatat Rp7,40 miliar.

Kenaikan laba yang signifikan ini dipicu oleh kemampuan perusahaan menekan sejumlah beban operasional. Beban umum dan administrasi susut tajam menjadi Rp682,88 miliar dari sebelumnya Rp948,58 miliar pada Juni 2025.

Efisiensi juga terlihat pada biaya pendanaan yang turun drastis menjadi Rp1,78 miliar dari Rp97,68 miliar secara year-on-year (yoy). Keuntungan selisih kurs bersih pun berbalik positif menjadi Rp89,25 miliar, dari sebelumnya rugi kurs Rp11,74 miliar pada semester I 2025.

Meskipun demikian, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan menjadi Rp12,73 triliun dari sebelumnya Rp12,20 triliun. Hal ini sejalan dengan peningkatan volume aktivitas produksi perusahaan.

Beralih ke sisi neraca, kekuatan keuangan AALI terlihat semakin kokoh. Total aset perusahaan per 30 Juni 2026 mencapai Rp28,85 triliun. Angka ini meningkat dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp27,05 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,25 triliun per Juni 2026, naik dari Rp2,89 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas perusahaan tumbuh menjadi Rp24,61 triliun dari posisi sebelumnya Rp24,16 triliun.

Presiden Direktur AALI, Djap Tet Fa, menegaskan komitmen manajemen terhadap integritas laporan keuangan ini. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian perusahaan,” ujarnya dalam surat pernyataan direksi dikutip Kamis (30//7/2026).

Manajemen juga memastikan bahwa seluruh informasi telah dimuat secara lengkap dan benar. “Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan,” tambah Direktur Tingning Sukowignjo.

Laporan keuangan tengah tahun 2026 ini disajikan tanpa audit. Hingga Juni 2026, AALI memiliki kas dan setara kas sebesar Rp5,15 triliun, melesat dari posisi Desember 2025 senilai Rp2,76 triliun. Persediaan perusahaan juga tercatat naik menjadi Rp3,68 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% Jadi Rp2,4 Triliun pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)...

Kinerja Prodia (PRDA) Semester I 2026 Moncer, Pendapatan Tertinggi Empat Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan...

Prodia Cetak Pendapatan Tertinggi 4 Tahun, Laba Tumbuh 11,4% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru