STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun pada Semester I 2026. Capaian ini menjadi pendapatan semester pertama tertinggi dalam empat tahun terakhir dan tumbuh 8,5% dari periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan jumlah kunjungan pelanggan sebesar 9,7% secara tahunan (year on year/YoY). Penjualan tes esoterik menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan selama enam bulan pertama tahun ini.
Kinerja positif juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di seluruh segmen pelanggan, mulai dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga hingga klien korporasi.
Hingga Juni 2026, Prodia telah melayani hampir 10 juta tes. Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan tes esoterik yang lebih tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih presisi dan canggih.
Pertumbuhan tes medis rutin serta layanan non-laboratorium seperti vaksinasi dan konsultasi dokter mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan atas layanan kesehatan Prodia.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, EBITDA Perseroan mencapai Rp216,3 miliar atau meningkat 7,1% YoY. Sementara laba bersih naik 11,4% menjadi Rp77,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, total aset Prodia tercatat sebesar Rp2,64 triliun hingga akhir Juni 2026, turun tipis 2,0% dibandingkan tahun lalu. Aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp994,8 miliar dan aset tidak lancar Rp1,64 triliun.
Total liabilitas PRDA mencapai Rp301,0 miliar, sedangkan total ekuitas Rp2,34 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan struktur permodalan yang tetap sehat dengan likuiditas yang terjaga.
Pada periode yang sama, Prodia membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar. Sementara arus kas bersih untuk aktivitas investasi sebesar Rp86,2 miliar digunakan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional.
Presiden Direktur PRDA, Liana Kuswandi dalam siaran pers, Kamis 30 Juli 2026 mengatakan, Semester I 2026 menjadi periode penting bagi Perseroan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin berkembang, kami terus bertransformasi dengan menghadirkan inovasi yang relevan, memperluas akses layanan, serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi. Memasuki Semester II tahun 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Liana.
Menurut Liana, Prodia terus menghadirkan sumber pertumbuhan baru melalui sejumlah inovasi layanan seperti Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, dan Stemcell Clinic by Prodia untuk memperkuat kapabilitas di bidang precision health.
Perseroan juga terus memperkuat bisnis inti melalui peningkatan kualitas layanan, pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, serta perluasan kemitraan strategis termasuk dengan mitra internasional.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Keberlanjutan PRDA, Marina Eka Amalia, menilai kinerja semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas. “Kinerja Semester I tahun 2026 mencerminkan pertumbuhan yang berkualitas, ditandai oleh peningkatan pendapatan, EBITDA, laba bersih, dan arus kas operasi. Memasuki Semester II, kami akan terus memperkuat product mix, menjaga disiplin biaya, serta meningkatkan produktivitas aset untuk mempertahankan momentum profitabilitas,” kata Marina.
Sepanjang kuartal II 2026, Prodia juga memperkuat implementasi empat pilar keberlanjutan PRO-D-I-A. Perseroan mempertahankan akreditasi College of American Pathologists (CAP) yang telah dimiliki sejak 2012 sebagai bagian dari upaya menjaga standar mutu laboratorium bertaraf internasional.
Di bidang tata kelola perusahaan, Prodia meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 dan Top CSR Awards 2026.
Perseroan juga melanjutkan kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram dalam bidang pendidikan dan penelitian laboratorium klinik.
Untuk memperluas akses layanan kesehatan, Prodia meresmikan lokasi baru Prodia Women’s Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Jakarta. Perseroan juga meresmikan Stemcell Clinic by Prodia yang berlokasi di Prodia Senior Health Centre Jakarta.
Selain itu, Prodia menghadirkan layanan My HPV-Test bersama Roche Diagnostics yang memungkinkan skrining HPV dengan metode self-collection yang lebih praktis, nyaman, dan privat. Transformasi digital turut diperkuat melalui peluncuran fitur pembayaran digital U-aang U by Prodia powered by blu guna mempermudah pelanggan mengakses layanan kesehatan secara terintegrasi.

