STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas hidup sebesar Rp1,099 triliun pada semester i 2026. Angka ini naik 56,5% dibandingkan bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas hidup sebesar Rp702,12 miliar pada semester I 2025.
Dalam laporan keuangan AALI per Juni 2026 yang disampaikan ke BEI, Kamis (30/7/2026) terungkap, laba per saham dasar ikut mengalami peningkatan dari Rp364,80 menjadi Rp570,94.
Peningkatan laba bersih AALI seiring kenaikan pendapatan bersih sebesar 5,6% dari Rp14,45 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp15,26 triliun pada semester I 2026.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut naik 4,3% dari Rp12,20 triliun menjadi Rp12,73 triliun. Meski begitu, laba bruto AALI tetap tumbuh 12,4% dari Rp2,25 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp2,53 triliun pada semester I 2026.
Di sisi lain, manajemen AALI mampu menekan turun total beban sebesar 19,8% menjadi Rp1,01 triliun pada semester I 2026, dari periode yang sama tahun 2025 semebsar Rp1,26 triliun.
Penurunan beban ini terutama beban umum dan administrasi 28% dari Rp948,58 miliar menjadi Rp682,88 miliar. Hal ini mendorong laba sebelum pajak AALI meningkat 53,6% dari Rp989,72 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp1,521 triliun pada semester I 2026.
Perseroan mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp1,141 triliun pada semester I 2026, naik 56,95% dari periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp727,09 miliar.
Dari sisi neraca, total aset AALI naik 6,69% dari Rp27,04 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp28,85 triliun per 30 Juni 2026. Total liabilitas AALI meningkat 46,7% dari Rp2,89 triliun menjadi Rp4,24 triliun per 30 Juni 2026. Adapun total ekuitas AALI bertambah 1,86% dari Rp24,15 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp24,60 triliun per 30 Juni 2026.

