spot_img

Penjualan Tembus Rp7,26 Triliun, GOOD Raih Laba Rp309,28 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)–PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatat pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026. Hingga enam bulan 2026, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp309,28 miliar, naik 6,5% jika dibandingkan Rp290,33 miliar periode sama 2025.

Kenaikan laba GOOD tersebut ditopang pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai Rp7,27 triliun. Angka ini meningkat 20,3% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp6,04 triliun.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan GOOD  juga naik 22,37% menjadi Rp5,36 triliun pada semester I 2026, dari Rp4,38 triliun pada periode yang sama 2025.

Meski demikian, laba kotor GOOD tetap tumbuh 15% menjadi Rp1,91 triliun pada semester I 2026, dibanding dari Rp1,66 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi operasional, beban penjualan meningkat 23,76% menjadi Rp1,09 triliun dibandingkan Rp877,27 miliar pada semester I 2025. Sementara beban umum dan administrasi tercatat Rp376,82 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp372,04 miliar pada periode sebelumnya.

Perseroan juga membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp25,81 miliar, naik dari Rp22,80 miliar. Di sisi lain, biaya keuangan turun menjadi Rp74,23 miliar dari Rp82,77 miliar.

Penghasilan lainnya tercatat Rp27,90 miliar, meningkat dibandingkan Rp21,71 miliar pada semester I 2025. Namun, beban lainnya naik menjadi Rp9 miliar dari Rp1,74 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan GOOD mencapai Rp406,29 miliar, naik 9,7% dibandingkan Rp370,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp97 miliar, perseroan membukukan laba periode berjalan Rp309,28 miliar pada semester I 2026.

Dari total laba tersebut, sebesar Rp270,39 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan Rp38,90 miliar menjadi bagian kepentingan nonpengendali.

Perseroan juga mencatat penghasilan komprehensif lain setelah pajak sebesar Rp33,44 miliar. Pada periode sama 2025, pos ini masih mencatat rugi komprehensif lain sebesar Rp5,77 miliar. Dengan demikian, jumlah penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp342,72 miliar, meningkat 20,4% dibandingkan Rp284,56 miliar pada semester I 2025.

Kinerja positif tersebut turut mendorong peningkatan laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp7,33 per saham, dibandingkan Rp6,99 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi neraca keuangan, GOOD memiliki total asset sebesar Rp9,38 triliun per 30 Juni 2026, naik tipis 0,54% dari Rp9,33 triliun per 31 Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-masing sebesar Rp5,07 triliun dan Rp4,31 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Bank Danamon Naik 33% Jadi Rp2,4 Triliun pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)...

Kinerja Prodia (PRDA) Semester I 2026 Moncer, Pendapatan Tertinggi Empat Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan...

Prodia Cetak Pendapatan Tertinggi 4 Tahun, Laba Tumbuh 11,4% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru